Minyak Stabil, Proposal Iran Ditimbang Saat Arus Tetap Tersendat
Harga minyak bertahan menguat saat pelaku pasar menimbang langkah berikutnya terkait potensi pembicaraan damai perang Iran. Fokus pasar tertuju pada pembahasan proposal dari Teheran oleh pemerintah AS, sementara Selat Hormuz masih hampir tidak bisa dilalui.
Brent diperdagangkan di sekitar $108 per barel setelah naik 2,8% pada Senin (28/4) , sementara WTI berada di atas $96. Presiden AS Donald Trump menggelar pertemuan membahas proposal tersebut, namun tetap menegaskan “garis merah”, termasuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Meski gencatan senjata secara umum bertahan sejak awal April, blokade oleh Iran dan AS disebut membuat transit harian di Hormuz turun mendekati nol. Penutupan ini menahan arus minyak mentah, gas alam, dan produk minyak, yang menjaga harga energi tinggi serta memperbesar kekhawatiran risiko inflasi.
Rebecca Babin dari CIBC Private Wealth Group menilai masih ada ekspektasi arus mulai normal pada Mei–Juni sehingga harga tidak bergerak lebih ekstrem. Namun ia menekankan setiap hari pengetatan berlangsung akan memperketat keseimbangan pasokan fisik, menggerus buffer, dan meningkatkan risiko lonjakan harga yang lebih tajam.
Media Iran melaporkan Menlu Abbas Araghchi akan menyampaikan kepada Pakistan—yang memediasi pembicaraan—bahwa konflik bisa berakhir jika AS mencabut blokade laut, menyepakati kerangka hukum baru untuk lalu lintas di selat, dan memberikan jaminan tidak ada aksi militer lanjutan terhadap Iran. Wall Street Journal melaporkan AS masih skeptis, tetapi akan melanjutkan negosiasi dan kemungkinan menyiapkan respons serta usulan tandingan dalam beberapa hari ke depan.
Di sisi pasokan, dua tanker terkait Iran yang sempat dicegat AS dekat Sri Lanka pekan lalu dilaporkan berbalik arah, sementara blokade pelayaran ke/dari pelabuhan Iran sejak 13 April telah memutarbalikkan puluhan kapal. Kpler menilai Iran cepat kehabisan ruang penyimpanan sehingga berisiko memangkas output lebih jauh, sejalan dengan pernyataan Menkeu AS bahwa industri minyak Iran mulai menutup produksi akibat blokade. Pada perdagangan terbaru, Brent Juni datar di $108,23 (08.21 Singapura), kontrak Brent Juli datar di $101,95, dan WTI Juni naik 0,3% ke $96,65.(Asd)
Sumber: Newsmaker.id