• Sat, Apr 25, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

25 April 2026 03:29  |

Minyak Turun, Harapan Talk Islamabad Angkat Optimisme

Harga minyak bergerak melemah pada Jumat (24/4) setelah muncul harapan baru bahwa pembicaraan damai AS–Iran yang sempat mandek bisa kembali digelar dan membuka jalan pemulihan arus energi melalui Selat Hormuz. Kontrak WTI Juni turun 1,5% dan ditutup di US$94,40/barel di New York.

Optimisme dipicu pernyataan Gedung Putih bahwa AS mengirim dua utusan ke Pakistan untuk bertemu pejabat Iran yang juga dijadwalkan berada di Islamabad. Namun Teheran masih memberi sinyal pesimistis atas peluang perundingan. New York Times melaporkan Menlu Iran Abbas Araghchi berencana menyampaikan tanggapan tertulis baru terhadap proposal AS saat berada di Pakistan.

Meski turun harian, pasar tetap volatil karena Selat Hormuz masih largely shut dan pesan kedua pihak kerap berseberangan. WTI masih tercatat naik 13% sepanjang pekan, lonjakan terbesar sejak reli awal konflik pada awal Maret, menunjukkan premi risiko pasokan belum hilang.

Kunci masalah tetap blokade. AS mempertahankan blokade pelabuhan Iran—yang menurut sejumlah pejabat AS ikut merusak jalur negosiasi via mediator—sementara Iran menahan arus di Hormuz sebagai leverage. Sejumlah sinyal tekanan fisik juga muncul, termasuk supertanker bermuatan minyak Iran yang tampak menghentikan transit di Hormuz pada Jumat.

Perbedaan arah juga terlihat antar-benchmark. Brent Juni justru naik 0,3% dan ditutup US$105,33/barel, mengindikasikan pasar global masih mem-price-in keketatan pasokan jangka pendek. Goldman Sachs memperkirakan pemulihan produksi Teluk akan memakan waktu “beberapa bulan” bahkan jika Hormuz dibuka penuh, dengan output April disebut terpangkas sekitar 14,5 juta bpd atau lebih dari 50%. Saxo Bank menilai normalisasi arus pun berpotensi memakan waktu berbulan-bulan dan bisa memperketat pasar produk, khususnya diesel dan jet fuel.

Pasar kini menunggu konfirmasi apakah pertemuan di Islamabad benar-benar terjadi, isi respons tertulis Iran, serta sinyal perubahan pada status blokade dan arus kapal di Hormuz—faktor yang akan menentukan apakah koreksi minyak berlanjut atau premi geopolitik kembali menguat. (Arl)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai