Minyak Koreksi Tipis usai Sinyal Putaran Kedua Pembicaraan AS-Iran
Minyak koreksi tipis setelah pejabat di Pakistan menyebut putaran kedua pembicaraan AS-Iran diperkirakan akan berlangsung, meski tanpa jadwal yang jelas. Sinyal negosiasi itu mengurangi sebagian premi risiko yang terbentuk dalam beberapa hari terakhir.
Brent mengalami koreksi hingga 1,44% menuju sekitar US$98 per barel sebelum kembali stabil. Meski melemah intraday, harga masih naik hampir 17% sepanjang pekan, lonjakan mingguan terbesar sejak lonjakan awal yang dipicu perang pada awal Maret, seiring ketegangan di Selat Hormuz meningkat.
Sumber yang mengetahui pembahasan menyebut Menlu Iran Abbas Araghchi diperkirakan tiba di Islamabad pada Jumat malam, sementara tim logistik dan keamanan AS sudah berada di Pakistan untuk mendukung proses negosiasi. Pasar menilai peluang pertemuan, meski belum pasti, cukup untuk mendinginkan sentimen jangka pendek.
Namun risiko pasokan tetap menonjol karena Selat Hormuz dilaporkan melambat mendekati berhenti di tengah eskalasi AS-Iran, sementara Washington dan Tehran masih deadlock pada isu lain. Blokade laut AS atas pelabuhan Iran disebut menekan ekspor minyak Iran dan menjadi salah satu titik sengketa utama, menjaga volatilitas tetap tinggi.
Implikasi pasar: pergerakan minyak kini sangat headline-driven, dengan premi risiko berkurang saat ada sinyal de-eskalasi, tetapi cepat kembali ketika ada indikasi gangguan pengiriman atau pengetatan blokade. Variabel yang perlu dipantau mencakup kepastian jadwal/format pembicaraan, perkembangan operasional pengapalan di Hormuz, serta perubahan postur militer dan kebijakan blokade yang menentukan normalisasi pasokan. (gn)*
Sumber: Newsmaker.id