• Fri, Apr 24, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

24 April 2026 17:35  |

Minyak Alami Kenaikan, Hormuz Masih Terkunci

Harga minyak naik untuk hari kelima berturut-turut seiring kebuntuan AS-Iran yang membuat prospek pembukaan kembali Selat Hormuz kian tidak jelas. Brent menembus US$107 per barel dan berada di jalur kenaikan mingguan sekitar 19%, yang menjadi lonjakan terbesar sejak reli awal ketika konflik Timur Tengah memanas pada awal Maret.

Menurut dua pejabat AS yang mengetahui pembahasan, unggahan Presiden Donald Trump di Truth Social dan keputusan melanjutkan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran dinilai memperburuk jalannya negosiasi melalui mediator seperti Pakistan. Blokade tersebut menekan ekspor minyak mentah Iran, yang disebut sebagai satu-satunya arus keluar dari Teluk Persia sejak perang dimulai pada akhir Februari, dan tetap menjadi titik sengketa utama untuk membawa Teheran kembali ke meja perundingan.

Di saat yang sama, sebuah kapal tanker yang terkena sanksi AS dan mengangkut minyak Iran terlihat bergerak untuk keluar dari selat, yang berpotensi menguji penghalang angkatan laut AS. Ole Hansen dari Saxo Bank menilai belum ada langkah yang mampu meredakan tekanan naik harga, sementara pelaku pasar melihat belum ada ujung yang jelas dari kebuntuan yang menghambat akses melalui Selat Hormuz.

Konflik ini mengguncang pasar energi, dengan nyaris tertutupnya Selat Hormuz sempat memangkas arus minyak dan gas dari produsen utama di Teluk Persia. Harga sebelumnya sempat mereda dalam beberapa pekan terakhir karena gencatan senjata memunculkan harapan tercapainya kesepakatan damai, namun kekhawatiran baru bahwa pembicaraan tersendat, disertai retorika dan ancaman militer yang meningkat, kembali menambah premi geopolitik pada harga minyak.

Goldman Sachs memperkirakan produksi minyak Teluk Persia memerlukan “beberapa bulan” untuk pulih sebagian besar, dengan asumsi Hormuz dibuka penuh dan tidak ada serangan baru. Bank tersebut memperkirakan pemangkasan output sekitar 14,5 juta barel per hari, atau lebih dari 50% pada April. Hansen menambahkan, bahkan jika Hormuz dibuka penuh, normalisasi arus dapat tetap memakan waktu beberapa bulan, berisiko menciptakan pengetatan tambahan terutama pada diesel dan avtur serta mendorong negara dan perusahaan menahan permintaan. (gn)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai