Brent Turun ke US$107, Tetap Menuju Kenaikan Mingguan
Harga minyak Brent melemah ke sekitar US$107 per barel pada Jumat di tengah volatilitas, setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengisyaratkan Washington dapat segera mencabut sanksi atas minyak mentah Iran yang sudah berada di kapal tanker. Langkah itu dipandang sebagai upaya meredakan tekanan harga menyusul penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
Meski turun harian, Brent masih berada di jalur naik sekitar 4% sepekan karena konflik Timur Tengah berlanjut. Selat Hormuz sebagian besar masih tertutup, serangan di kawasan terus terjadi, dan analis menilai risiko krisis bisa memburuk. Iran tetap melanjutkan serangan ke negara-negara Teluk meski Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan Israel akan menghindari serangan terhadap infrastruktur energi Iran.
Di sisi diplomasi, Netanyahu mengatakan Israel mendukung upaya AS untuk membuka kembali jalur pelayaran tersebut, sementara Presiden Donald Trump berupaya meredakan kekhawatiran atas dampak konflik terhadap pasokan minyak dan gas. Pasar kini menimbang apakah sinyal pelonggaran sanksi dapat menambah suplai secara cepat, atau premi risiko tetap dominan selama Hormuz belum benar-benar pulih. (asd)
Sumber : Newsmaker.id