• Mon, Mar 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

16 March 2026 20:07  |

Minyak Berbalik Melemah, Pasar Uji Hilangnya Pasokan di Tengah Krisis Hormuz

Harga minyak menghapus kenaikan dalam sesi yang bergejolak pada Senin(16/3), ketika pelaku pasar menilai langkah berikutnya dalam perang Timur Tengah yang terus mengguncang pasar energi global. Brent turun mendekati US$102 per barel, setelah melonjak lebih dari 40% dalam dua pekan terakhir, menegaskan volatilitas masih tinggi meski pasar mulai menahan diri dari reli lanjutan.

Sejumlah sinyal operasional datang dari Uni Emirat Arab. Pemuatan minyak di pelabuhan utama Fujairah dilanjutkan setelah serangan drone kedua dalam tiga hari, namun produksi negara itu dilaporkan turun hampir setengahnya. Di saat yang sama, lalu lintas kapal di Selat Hormuz tetap hampir terhenti sejak pertempuran dimulai, dengan hanya sebagian kecil kapal yang mencoba melintas, termasuk laporan kapal yang mematikan sinyal dan tanker yang menempuh perjalanan berisiko.

Dari sisi Iran, Menteri Luar Negeri mengatakan Teheran tidak meminta gencatan senjata dan belum mengirim pesan ke arah itu, menambah ketidakpastian durasi konflik. Presiden AS Donald Trump menuntut negara lain berkontribusi pada pertahanan Selat Hormuz dan mengatakan Washington berbicara dengan Teheran, meski ia meragukan kesiapan Iran. Trump juga menyatakan harga minyak akan merosot tajam setelah perang berakhir, namun belum ada petunjuk konkret menuju de-eskalasi cepat.

Pelaku pasar kini menimbang apakah gangguan ini sudah beralih dari masalah pengiriman menjadi kehilangan pasokan global yang lebih nyata, terutama ketika kapasitas penyimpanan di kawasan disebut penuh dan penutupan hulu meningkat. Morgan Stanley menilai penutupan Hormuz mengubah gangguan logistik menjadi kerugian pasokan dan menaikkan perkiraan harga kuartal II menjadi US$110 per barel. AS juga dilaporkan menyerang situs militer di Pulau Kharg—yang menangani sebagian besar pengiriman minyak Iran—meski laporan lain menyebut ekspor dari pulau itu tetap berlanjut.

Upaya menambah suplai lewat cadangan darurat mulai berjalan, namun pasar belum sepenuhnya tenang. IEA menyatakan minyak dari pelepasan cadangan rekor akan segera tersedia di Asia setelah menerima rencana implementasi pelepasan 400 juta barel. Jepang mulai melepas cadangan pada Senin, sementara AS akan memulai tranche pertama dari komitmen 172 juta barel minggu ini—yang dibingkai sebagai pertukaran yang pada akhirnya perlu dikembalikan.

Pada perdagangan terbaru, Brent untuk penyelesaian Mei turun 1,3% menjadi US$101,81 per barel pada 08:52 pagi di New York, sementara WTI pengiriman April turun 4% menjadi US$94,70. Pasar akan memantau bukti pemulihan arus tanker di Hormuz, dampak serangan terhadap infrastruktur dan ekspor, serta efektivitas distribusi pelepasan cadangan dalam menutup kesenjangan pasokan yang semakin dipersoalkan.(alg)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
OIL

Brent Stabil, Risiko Hormuz Belum Hilang

Harga minyak bergerak stabil setelah Amerika Serikat dan Iran menyampaikan nada positif dalam pembicaraan terkait program nuk...

18 February 2026 15:41
BIAS23.com NM23 Ai