Minyak Naik Lagi, Premi Risiko Balik ke Pasar
Harga minyak kembali menguat pada Jumat (23/1) setelah pasar memasang lagi premi risiko geopolitik menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump soal “armada” yang bergerak ke arah Iran. Di perdagangan terbaru, WTI kontrak Maret bergerak di kisaran $60–$61/barel, sementara Brent Maret berada sekitar $66/barel.
Dorongan utamanya datang dari kekhawatiran pasokan. Reuters melaporkan Trump menyebut armada—termasuk kapal induk dan beberapa kapal perusak—akan tiba di Timur Tengah dalam beberapa hari, yang membuat pelaku pasar kembali menghitung risiko gangguan pasokan dari kawasan Teluk.
Namun penguatan ini tidak berjalan mulus. Sehari sebelumnya, harga sempat melemah ketika tensi Greenland mereda, dan pasar juga dibebani data persediaan AS. Laporan EIA menunjukkan stok minyak komersial AS naik 3,6 juta barel, lebih tinggi dari perkiraan, menambah sinyal bahwa pasokan masih longgar.
Di sisi lain, bayang-bayang oversupply tetap membatasi reli. IEA memperkirakan persediaan global masih berpotensi meningkat tahun ini karena suplai lebih besar dari permintaan—artinya, headline geopolitik bisa mengerek harga cepat, tapi fundamental pasokan bisa menahan kenaikan lanjutan. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id