Perak Tembus $100: Euforia atau Alarm Koreksi?
Perak akhirnya menembus level psikologis $100/oz dan masih bertahan di area itu pada Jumat (23/1), memperpanjang reli “liar” yang sudah dimulai sejak 2025. Di pasar spot, perak diperdagangkan sekitar $100–$102/oz, menegaskan euforia belum padam—terutama karena dorongan beli ritel, momentum chasing, dan ketatnya pasokan fisik di beberapa titik pasar.
Kenaikan perak berjalan seiring dengan emas yang juga masih panas. Harga emas berada tepat di bawah ambang $5.000/oz, menjaga narasi “logam mulia jadi pelarian” tetap hidup saat dolar melemah dan pasar masih sensitif terhadap headline geopolitik.
Tapi di balik pesta, mulai terdengar alarm koreksi. Sejumlah analis teknikal menilai kenaikan yang terlalu cepat sering berujung “tarik napas” tajam—apalagi ketika posisi sudah padat dan volatilitas makin tinggi.
Dari sisi fundamental, Bank of America menilai harga perak yang “wajar” saat ini lebih dekat ke $60/oz. Alasannya: permintaan panel surya dinilai sudah mencapai puncaknya pada 2025, sementara demand industri bisa tertekan ketika harga terlalu tinggi.
Sinyal lain datang dari rasio emas-perak yang menyempit tajam: untuk pertama kalinya dalam sekitar 14 tahun, hanya butuh kira-kira 50 oz perak untuk membeli 1 oz emas. Ini biasanya dibaca sebagai tanda perak “mengungguli terlalu jauh” dibanding emas—dan ruang koreksi makin terbuka kalau sentimen berubah. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id