Sentimen Naik, PMI Dingin: Wall Street Tetap Ragu
Wall Street menutup perdagangan Jumat (23/1) dengan arah yang terbelah. S&P 500 naik tipis 0,1%, Nasdaq 100 bertambah 0,3%, sementara Dow Jones turun 0,6%. Tekanan terutama datang dari sektor keuangan dan utilitas, sedangkan energi tampil lebih kuat dan membantu menahan pelemahan pasar yang lebih luas.
Sektor chip jadi panggung utama. Nvidia naik sekitar 1,5% dan kembali jadi penopang Nasdaq setelah muncul sinyal dari pihak Tiongkok bahwa perusahaan teknologi domestik bisa mulai bersiap memesan chip AI H200. AMD ikut menguat 2,3%, mempertegas rotasi minat investor ke saham-saham teknologi besar yang masih dianggap punya katalis kuat.
Namun sentimen semikonduktor tidak sepenuhnya mulus. Intel ambruk 17% setelah merilis proyeksi yang lebih lemah dari perkiraan dan menegaskan tantangan operasional belum selesai. Kejatuhan Intel membuat pasar lebih selektif: yang “punya cerita” naik, yang mengecewakan langsung dihukum.
Di sisi lain, Broadcom turun 1,7%, membatasi ruang gerak teknologi berkapitalisasi besar. Pergerakan campur aduk ini menegaskan pasar belum nyaman mengambil risiko besar meski Nasdaq terlihat relatif lebih tahan.
Data makro juga memberi sinyal beragam. Sentimen konsumen Universitas Michigan direvisi naik ke level tertinggi beberapa bulan, tetapi PMI S&P Global mengisyaratkan pendinginan ringan di jasa dan manufaktur. Secara mingguan, S&P 500 turun 0,5% dan Dow turun 0,6%, sementara Nasdaq masih naik 0,2%—cerminan pasar yang tetap waspada setelah volatilitas beberapa hari terakhir. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id