• Sat, Jan 24, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

24 January 2026 03:44  |

Dolar Tertekan, Risiko Politik Masih Menggantung

Dolar AS pada hari Jumat (23/1) menutup pekan dengan nada lemah, bertahan di area 97,80 pada indeks dolar (DXY) — dekat level terendah beberapa bulan — setelah pasar sempat diguncang “drama Greenland” dan tarik-ulur ancaman tarif Trump ke Eropa. Meski Trump kemudian mengumumkan kerangka kerja dengan NATO untuk pembahasan Greenland, detailnya masih tipis, jadi investor tetap pasang mode hati-hati: risiko politik dianggap belum benar-benar hilang.

Dari sisi data, revisi PDB AS Q3 2025 ke 4,4% sempat memberi bantalan, tapi inflasi PCE yang masih panas membuat pasar menilai The Fed tidak akan buru-buru agresif — hasilnya: dolar sulit dapat tenaga kuat, apalagi saat sentimen “Sell America” sempat muncul di awal pekan.

Di pasar harian, DXY juga terseret setelah PMI AS keluar sedikit lebih rendah dari perkiraan, menambah kesan bahwa pertumbuhan tetap jalan, tapi tidak sekuat yang dibutuhkan untuk memutar balik tren dolar dengan cepat. Fokus pelaku pasar kini bergeser ke kombinasi data vs risiko kebijakan, bukan hanya soal suku bunga.

Untuk mata uang utama, EUR/USD bertahan di kisaran 1,174 seiring PMI zona euro memberi sinyal campuran: manufaktur membaik tapi masih kontraksi, jasa melandai. Pekan depan, pasar Eropa menunggu data besar seperti PDB Jerman dan inflasi.

GBP/USD menguat ke sekitar 1,360 — area tertinggi sejak September 2025 — ditopang data Inggris yang solid (ritel dan PMI membaik), sehingga pound terlihat lebih “berisi” dibanding dolar pekan ini.

Di Asia, USD/JPY masih berfluktuasi di sekitar 158 setelah BoJ menahan suku bunga 0,75% dan pasar menunggu sinyal langkah berikutnya; isu fiskal Jepang dan kekhawatiran potensi intervensi masih jadi “bayangan” yang bikin yen gampang goyah. Sementara AUD/USD mendekati 0,688 — level tertinggi sejak 2024/2025 — terbantu data domestik Australia yang kuat dan dorongan risk sentiment, plus efek logam mulia yang sedang panas. (Arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com NM23 Ai