• Fri, Mar 6, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

8 December 2025 21:03  |

Minyak Koreksi, Pasar Galau antara Risiko Rusia dan Ancaman Oversupply

Harga minyak dunia terkoreksi tipis setelah tiga hari menguat, dengan pergerakan masih terjebak dalam kisaran yang sempit.

Kontrak Brent untuk pengiriman Februari turun sekitar 1% ke level US$63,13 per barel, sementara WTI untuk pengiriman Januari melemah 1,1% ke sekitar US$59,47 per barel. Sejak awal November, Brent tercatat bergerak dalam rentang kurang dari US$4, menandakan pasar masih cenderung “rangebound”. Pelaku pasar kini fokus memantau pembelian minyak mentah Rusia oleh India, setelah Presiden Vladimir Putin berjanji akan memberikan “pengiriman bahan bakar tanpa gangguan” ke negara tersebut.

Janji itu diperkirakan menjadi salah satu topik utama dalam pembicaraan ketika negosiator AS tiba di India untuk melanjutkan dialog perdagangan.

Di saat yang sama, perhatian juga tertuju pada perkembangan potensi kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina. Meski pembahasan terus berjalan, tensi politik masih terasa. Presiden AS Donald Trump mengaku kecewa dengan cara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menangani proposal perdamaian dari Washington terkait perang yang sudah berlangsung hampir empat tahun sejak invasi skala penuh Rusia.

Di lapangan, Ukraina tetap menyerang infrastruktur energi Rusia, sehingga menambah ketidakpastian terhadap arus pasokan minyak dan produk olahan energi dari kawasan tersebut.

Namun, di balik risiko geopolitik, pasar tetap dihantui kekhawatiran kelebihan pasokan (oversupply). Produksi yang lebih tinggi dari negara-negara OPEC+ dan produsen di luar kelompok seperti AS, Brasil, dan Guyana dikhawatirkan akan melampaui pertumbuhan permintaan yang relatif lemah. Tiga lembaga besar — EIA AS, IEA, dan OPEC — dijadwalkan merilis laporan pasar bulanan pekan ini dan bisa memberikan petunjuk tambahan mengenai keseimbangan pasokan-permintaan ke depan.

Analis Commonwealth Bank of Australia, Vivek Dhar, memperingatkan bahwa jika aliran minyak dan produk olahan Rusia akhirnya berhasil sepenuhnya menghindari sanksi, kekhawatiran oversupply tersebut akan benar-benar terealisasi dan bisa menyeret harga Brent turun ke sekitar US$60 per barel hingga 2026.(yds)

Sumber: Bloomberg.com

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
BIAS23.com NM23 Ai