Ini Kabar Gold Menjelang Penutupan Mingguan
Gold menutup pekan ini dengan tren penurunan, dipengaruhi oleh ketidakpastian seputar kemajuan pembicaraan damai AS-Iran yang bertujuan mengakhiri konflik yang telah mengguncang pasar global. Bullion berada di sekitar $4,450 per ons pada Jumat, menuju penurunan mingguan sekitar 1,6%.
Konflik yang kini memasuki bulan keempat telah mengganggu aliran energi melalui Selat Hormuz, mendorong harga minyak naik dan menimbulkan kekhawatiran inflasi global. Kondisi ini meningkatkan kemungkinan bank sentral mempertahankan atau menaikkan suku bunga, yang menjadi tekanan bagi emas sebagai aset non-yielding.
Ketidakpastian terkait penyelesaian standoff di Hormuz meningkatkan risiko gangguan energi, yang menurut analis Nicholas Frappell akan mendorong kebijakan moneter lebih ketat, sehingga memberikan tekanan tambahan pada emas. Secara teknikal, harga emas berada di bawah level kunci pada chart harian dan 4 jam, menunjukkan tren negatif pada jangka pendek.
Sejak awal konflik akhir Februari, harga emas sempat turun tajam dan dalam beberapa pekan terakhir bergerak dalam rentang sempit. Pada Jumat pagi di London, spot gold tercatat turun 0,3% ke $4,462.05 per ons, sementara silver turun 1,7% ke $72,61 per ons. Platinum juga melemah, sedangkan palladium relatif stabil.
Indeks Bloomberg Dollar Spot sedikit melemah 0,1%, menunjukkan dolar relatif stabil di tengah volatilitas geopolitik. Stabilitas dolar dan prospek suku bunga tetap menjadi faktor kunci bagi pergerakan logam mulia dalam jangka dekat.
Federal Reserve Bank of San Francisco President Mary Daly menekankan adanya ketidakpastian tinggi dalam ekonomi AS, sehingga Fed siap merespons arah suku bunga sesuai kondisi pasar. Pernyataan ini menambah elemen ketidakpastian bagi emas, karena investor menimbang kombinasi risiko geopolitik dan kebijakan moneter. (asd)*
Sumber: Newsmaker.id