Gold Melemah di Asia Terdorong Kekhawatiran Inflasi dan Ketegangan Iran
Gold turun di perdagangan Asia pada Jumat (05/06), dipengaruhi ekspektasi inflasi dan suku bunga yang lebih tinggi akibat menurunnya harapan kesepakatan damai AS-Iran. Spot gold tercatat turun 0,8% ke level $4,440.84/oz, sementara kontrak berjangka turun 0,8% ke $4,467.01/oz. Minggu ini, emas berpotensi menutup pekan dengan penurunan sekitar 2,2%, level penurunan terbesar sejak awal Mei.
Pergerakan ini didorong oleh memburuknya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk serangan balasan antara AS dan Iran, serta penolakan kelompok Hezbollah untuk gencatan senjata dengan Israel. Ketidakpastian ini menekan harapan tercapainya kesepakatan damai, yang berdampak pada harga minyak dan inflasi global.
Inflasi yang meningkat diperkirakan akan mendorong kebijakan moneter yang lebih ketat dari bank sentral utama, terutama Federal Reserve. Kenaikan suku bunga mengurangi daya tarik emas sebagai aset non-yielding. Selain emas, logam mulia lain juga tertekan; spot silver turun 1,7% ke $72,63/oz dan platinum 0,9% ke $1,880.76/oz, keduanya mencatat penurunan mingguan.
Perhatian pasar kini tertuju pada data nonfarm payrolls AS untuk Mei, yang akan memberi petunjuk lebih lanjut mengenai kondisi pasar tenaga kerja dan arah suku bunga. Konsensus memperkirakan pertumbuhan pekerjaan AS akan melambat, seiring dampak perang Iran dan melambatnya pertumbuhan ekonomi domestik.
Hasil payrolls bisa memengaruhi sikap Fed; angka kuat dapat memberi ruang bagi bank sentral untuk mempertahankan suku bunga, atau memungkinkan kenaikan lebih lanjut. Sementara itu, empat dari enam bulan terakhir payrolls AS menunjukkan kejutan ke atas, yang menjadi perhatian pelaku pasar menjelang rilis hari ini.
5 Inti Poin:
- Spot gold turun 0,8% ke $4,440.84/oz; futures turun ke $4,467.01/oz.
- Penurunan mingguan emas sekitar 2,2%, terbesar sejak awal Mei.
- Ketegangan AS-Iran dan Hezbollah tekan harga emas, mendukung inflasi dan minyak.
- Ekspektasi inflasi dan suku bunga tinggi menekan daya tarik emas.
- Pasar fokus pada data payrolls AS untuk arah kebijakan Fed berikutnya. (asd)
Sumber: Newsmaker.id