Emas Naik Tajam, Jebakan atau Peluang?
Harga emas hari ini bergerak sideways di sekitar US$4.700 per ons setelah naik tajam pada sesi sebelumnya. Secara fundamental, emas masih ditopang oleh pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS, sehingga minat beli terhadap logam mulia tetap terjaga. Reuters mencatat spot gold berada di sekitar US$4.701,19 per ons, setelah sebelumnya melonjak sekitar 3% pada Rabu.
Dorongan lain datang dari harapan kesepakatan damai AS-Iran. Iran disebut masih meninjau proposal perdamaian dari AS, sementara pasar melihat peluang deeskalasi konflik dapat menurunkan risiko inflasi energi. Harga Brent yang turun sekitar 6% ikut membantu meredakan kekhawatiran inflasi, sehingga tekanan terhadap emas dari ekspektasi suku bunga tinggi menjadi lebih ringan.
Namun, kenaikan emas mulai tertahan karena pasar juga menunggu data tenaga kerja AS pada Jumat. Data ini penting karena dapat memberi petunjuk baru soal arah kebijakan The Fed. Jika data tenaga kerja masih kuat, dolar dan yield bisa kembali naik, sehingga emas berpotensi terkoreksi. Sebaliknya, jika data melemah, emas bisa mendapat tenaga tambahan untuk lanjut naik.
Dari sisi teknikal, area US$4.700–US$4.710 menjadi resistance psikologis yang sedang diuji. Jika harga mampu bertahan dan menembus kuat area ini, peluang kenaikan berikutnya terbuka ke US$4.730–US$4.750. Jika momentum beli semakin kuat, target lanjutan bisa mengarah ke US$4.780.
Untuk skenario turun, support terdekat berada di area US$4.680–US$4.660. Jika area ini ditembus, emas berpotensi koreksi lebih dalam ke US$4.640, lalu US$4.610–US$4.600. Selama harga masih bertahan di atas US$4.660, struktur jangka pendek masih cenderung bullish, tetapi rawan profit taking.
Prediksi hari ini, emas kemungkinan masih bergerak sideways to bullish selama bertahan di atas US$4.680. Skenario naik terbuka jika gold tembus US$4.710, sedangkan skenario koreksi mulai kuat jika harga turun di bawah US$4.660. Jadi, area kunci hari ini: atas US$4.710 untuk lanjut naik, bawah US$4.660 untuk koreksi lebih dalam.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id