Emas Bertahan Saat Harapan Damai AS-Iran!
Emas spot stabil setelah mencatat lonjakan harian terbesar sejak akhir Maret, ditopang meredanya kekhawatiran inflasi menyusul jatuhnya harga minyak di tengah harapan tercapainya kesepakatan AS-Iran untuk mengakhiri perang.
Bullion diperdagangkan di atas US$4.690 per ons, setelah melonjak sekitar 3% pada Rabu. Saat berita ini ditulis harga Emas ada di kisaran US$4.695 per ons. Pelemahan harga energi mendorong penurunan imbal hasil obligasi, sementara dolar AS turun kembali ke level sebelum perang, sehingga memberi dukungan tambahan bagi emas.
Di sisi geopolitik, Iran disebut tengah mengevaluasi proposal terbaru dari AS untuk mengakhiri konflik yang sudah berlangsung hampir 10 pekan, sementara China ikut menambah tekanan global agar perang segera ditutup. Presiden Donald Trump menyatakan AS akan mengakhiri kampanye militernya dan melonggarkan blokade Selat Hormuz “dengan asumsi Iran setuju” terhadap kesepakatan yang dibicarakan.
Namun, pelaku pasar juga mengingatkan risiko perubahan arah yang cepat. TD Securities menilai headline perdamaian membuat kompleks logam bergerak menguat, tetapi menekankan situasi masih rapuh karena tuntutan kedua pihak dinilai belum banyak berubah dibanding proposal sebelumnya.
Dari sisi kebijakan moneter, Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee menyampaikan nada hati-hati: inflasi belum kembali melandai menuju target 2% dan justru meningkat sejak perang dimulai. Dinamika inflasi ini tetap penting karena arah suku bunga memengaruhi yield dan dolar, dua variabel yang biasanya ikut menentukan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Pada 07:41 pagi di Singapura, spot gold tercatat relatif datar di US$4.692,98 per ons. Perak naik tipis ke US$77,44 setelah melonjak 6,2% sehari sebelumnya; platinum cenderung datar dan palladium menguat tipis. Indeks dolar Bloomberg nyaris tak berubah setelah turun 0,6% pada sesi sebelumnya, sementara emas masih tercatat turun sekitar 11% sejak konflik pecah di akhir Februari.
5 poin inti:
- Emas bertahan di atas US$4.690 usai reli 3% sehari sebelumnya, lonjakan terbesar sejak akhir Maret.
- Harapan kesepakatan AS-Iran menekan minyak, meredakan kekhawatiran inflasi dan menurunkan yield.
- Dolar AS melemah ke level pra-perang, menjadi penopang tambahan untuk emas.
- Risiko reversal tetap tinggi karena headline perdamaian dinilai rapuh dan tuntutan kedua pihak belum banyak berubah.
- Komentar Fed menegaskan inflasi masih menjadi variabel kunci, sehingga ekspektasi suku bunga tetap dapat mengubah arah emas.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id