Emas Melonjak Diatas 3%, Dolar Melemah
Harga emas melonjak pada perdagangan Rabu (6/5) setelah muncul sinyal baru bahwa Amerika Serikat dan Iran semakin dekat mencapai kesepakatan damai. Sentimen tersebut menekan harga minyak dan dolar AS, sehingga membuat emas kembali menarik bagi pelaku pasar.
Harga emas spot naik 3,1% ke US$4.698,24 per ons, sementara kontrak berjangka emas menguat 3,0% ke US$4.705,06 per ons. Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya harapan bahwa konflik di Timur Tengah dapat segera mereda.
Laporan Axios menyebut Gedung Putih menilai kesepakatan dengan Iran semakin dekat melalui memorandum satu halaman. Dokumen itu disebut akan menjadi kerangka awal untuk negosiasi nuklir yang lebih rinci, termasuk kemungkinan penghentian sementara pengayaan nuklir Iran, pencabutan sanksi AS, serta pencairan dana Iran yang selama ini dibekukan.
Sinyal damai juga membuka peluang pembatasan di Selat Hormuz dicabut, sehingga jalur transit energi global dapat kembali normal. Harapan ini membuat harga minyak turun, dengan Brent kembali bergerak di bawah US$100 per barel, meski masih lebih tinggi dibandingkan level sebelum perang.
Secara sebab-akibat, penurunan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran inflasi berbasis energi. Jika tekanan inflasi menurun, bank sentral tidak terlalu terdesak untuk menaikkan suku bunga. Kondisi ini menguntungkan emas, karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi dan biasanya lebih menarik saat ekspektasi suku bunga menurun.
Di saat yang sama, dolar AS ikut melemah. Dolar yang lebih lemah membuat emas menjadi lebih murah bagi pembeli global di luar Amerika Serikat. Namun, permintaan safe haven belum sepenuhnya hilang karena kesepakatan AS-Iran belum final. Karena itu, emas tetap mendapat dukungan dari dua arah: pelemahan dolar dan ketidakpastian geopolitik yang masih tersisa.(yds)
Sumber: Newsmaker.id