Harga Minyak Anjlok ke Level Terendah Dua Pekan di Tengah Harapan Damai AS–Iran
Harga minyak dunia merosot tajam ke level terendah dalam dua pekan pada Rabu (6/5) seiring meningkatnya optimisme bahwa perang di Timur Tengah dapat segera berakhir. Sentimen positif muncul setelah laporan menyebutkan Amerika Serikat dan Iran semakin dekat mencapai kesepakatan awal untuk menghentikan konflik.
Brent ditutup turun US$8,60 atau 7,83% ke level US$101,27 per barel, bahkan sempat menyentuh di bawah US$100 untuk pertama kalinya sejak akhir April. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) melemah US$7,19 atau 7,03% ke US$95,08 per barel. Kedua kontrak mencatat level terendah dalam dua minggu terakhir.
Sumber dari pihak mediator Pakistan menyebutkan bahwa AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan dalam bentuk nota kesepahaman satu halaman. Pemerintah Iran menyatakan tengah meninjau proposal terbaru dari Washington dan akan segera menyampaikan respons melalui Pakistan. Sebelumnya, Tehran menegaskan hanya akan menerima kesepakatan yang adil dan komprehensif.
Laporan media AS menyebutkan Washington mengharapkan tanggapan Iran atas sejumlah poin penting dalam waktu dekat, dan ini menjadi momen terdekat kedua negara menuju kesepakatan sejak perang dimulai. Pelaku pasar pun mulai memperkirakan peluang dibukanya kembali Selat Hormuz semakin besar, terlepas dari apakah kesepakatan damai permanen benar-benar tercapai.
Meski demikian, tekanan jual sempat mereda setelah Presiden Donald Trump menyatakan masih terlalu dini untuk mempertimbangkan pertemuan langsung dengan Tehran. Selain itu, seorang anggota parlemen senior Iran menyebut proposal AS lebih menyerupai daftar keinginan dibandingkan realitas yang dapat langsung diwujudkan. Pernyataan tersebut membuat pasar tetap berhati-hati di tengah dinamika negosiasi yang masih berkembang.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id