Jenewa Hari Ini: AS–Iran: Satu Berita Utama Dapat Mengguncang Emas & Minyak
Putaran kedua pembicaraan nuklir AS–Iran diadakan hari ini di Jenewa, Swiss, dengan saluran komunikasi dimediasi oleh Oman. Jadwal resmi belum dipublikasikan, tetapi sumber mengatakan akan berlangsung Selasa pagi waktu Jenewa, yang kira-kira tengah hari hingga awal siang Waktu Indonesia Barat.
Agenda utama tetaplah "paket nuklir": AS mendesak penghentian pengayaan uranium, sementara Iran menolak skema "pengayaan nol" dan menuntut hak pengayaan berkelanjutan sebagai imbalan atas pencabutan sanksi. Washington juga ingin diskusi diperluas ke isu-isu lain seperti program rudalnya, tetapi Teheran bersikeras fokus harus pada nuklir-untuk-sanksi.
Di luar meja perundingan, IAEA juga merupakan faktor penentu. Badan pengawas nuklir PBB mendesak Iran untuk klarifikasi tentang status sekitar 440 kg uranium yang diperkaya dan untuk akses inspeksi di fasilitas-fasilitas utama, termasuk Natanz, Fordow, dan Isfahan—yang sebelumnya terkena serangan.
Sinyal politik dari Washington juga menambah ketegangan. Presiden Donald Trump mengatakan dia akan terlibat "secara tidak langsung," menuduh Iran menginginkan kesepakatan, tetapi tetap menegaskan akan ada konsekuensi jika kesepakatan tidak tercapai di tengah peningkatan kehadiran militer AS di kawasan tersebut.
Dari perspektif geopolitik, pasar juga berfokus pada aktivitas Iran di jalur energi yang paling sensitif. Latihan angkatan laut Garda Revolusi di sekitar Selat Hormuz, koridor pengiriman minyak global yang vital, telah menyebabkan pelaku pasar menegaskan kembali "premi risiko," terutama karena latihan tersebut dilakukan tepat sebelum negosiasi.
Dampak pada harga minyak sangat bergantung pada hasil utama: jika pembicaraan memberi sinyal de-eskalasi/kemajuan, premi risiko dapat dengan cepat berkurang, menyebabkan penurunan harga minyak. Sebaliknya, jika negosiasi macet atau retorika meningkat, pasar biasanya meningkatkan premi risiko, yang berpotensi menyebabkan lonjakan harga minyak karena sensitivitas Hormuz dan ancaman gangguan pasokan.
Dampak pada emas umumnya berlawanan dengan sentimen risiko: berita tentang kemajuan cenderung menekan permintaan aset aman, berpotensi menekan harga emas, meskipun penurunan dapat ditahan jika pasar terus memperhitungkan penurunan suku bunga Fed. Namun, jika pembicaraan gagal dan risiko konflik meningkat, emas biasanya menerima dorongan sebagai aset aman dan dapat bergerak lebih tajam, terutama ketika likuiditas pasar tipis. (Asd)
Sumber: Newsmaker.id