
Trending

Nikkei
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Nikkei 225 Jepang kembali melemah pada perdagangan Kamis (5/11/2026), turun 1,79% dan ditutup di level 61.078. Penurunan tersebut memperpanjang tren negatif selama empat sesi berturut-turut, seiring tekanan jual yang masih melanda saham-saham teknologi. Kekhawatiran investor terhadap prospek pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan kemungkinan pengetatan regulasi di Amerika Serikat (AS) menjadi faktor utama yang membebani pasar saham Jepang.
Tekanan terhadap sektor teknologi meningkat setelah kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela AS memunculkan ekspektasi pengawasan lebih ketat terhadap investasi pusat data dan industri AI. Investor mulai mempertimbangkan risiko kenaikan biaya operasional serta ketidakpastian keuntungan dari investasi teknologi yang membutuhkan dana besar. Kondisi tersebut memicu aksi jual pada sejumlah saham teknologi Jepang, termasuk Kioxia Holdings yang anjlok 13,1%, Advantest merosot 14,7%, dan Ibiden Co mengalami penurunan hingga 16,3%.
Di tengah pelemahan saham teknologi, investor mulai mengalihkan investasinya ke sektor yang dinilai memiliki prospek lebih stabil, terutama konsumsi dan keuangan. Perpindahan aliran dana tersebut memberikan dukungan bagi sejumlah saham unggulan Jepang. Fast Retailing menguat 4,7%, Nintendo naik 6,3%, sementara Mitsubishi UFJ mencatat kenaikan 2,7%. Pergerakan ini menunjukkan bahwa investor masih melihat peluang pada sektor tertentu meskipun sentimen pasar secara keseluruhan berada dalam tekanan.
Sementara itu, saham Toyota Motor mencatat lonjakan tajam sebesar 16,7% setelah perusahaan menaikkan proyeksi laba tahunannya. Peningkatan perkiraan keuntungan tersebut didukung oleh kinerja laba operasional kuartalan yang lebih kuat, pelemahan yen Jepang, serta keberhasilan perusahaan menjalankan langkah efisiensi biaya. Yen yang lebih lemah memberikan keuntungan bagi perusahaan eksportir seperti Toyota karena pendapatan dari luar negeri memiliki nilai lebih besar ketika dikonversi ke mata uang domestik. Kinerja positif Toyota menjadi salah satu penopang pasar di tengah tekanan terhadap sektor teknologi.