
Trending

Nikkei
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Nikkei 225 anjlok hingga 4,84% ke level terendah dalam lima bulan di sekitar 60.030 pada perdagangan Rabu (4/11), sebelum memangkas sebagian kerugiannya. Tekanan utama datang dari aksi jual saham teknologi di tengah kekhawatiran terhadap keberlanjutan reli berbasis kecerdasan buatan (AI).
Sentimen negatif juga mengikuti pelemahan kontrak berjangka saham AS setelah hasil awal pemilu paruh waktu AS mengindikasikan Demokrat berpeluang menguasai kedua kamar Kongres. Investor khawatir kemenangan tersebut dapat mendorong regulasi AI yang lebih ketat dan meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan.
Kekhawatiran tersebut menjadi lebih relevan bagi Jepang karena banyak perusahaan teknologi domestik memiliki eksposur besar terhadap ekspansi AI global. Perubahan sentimen terhadap sektor tersebut dapat dengan cepat menekan saham-saham Jepang yang sebelumnya menikmati reli kuat.
Sejumlah saham teknologi mengalami penurunan tajam. Taiyo Yuden turun 8,3%, Kioxia Holdings melemah 5,4%, sementara Advantest dan Tokyo Electron masing-masing terkoreksi 3,4%. SoftBank Group juga turun 3,2% di tengah tekanan terhadap saham yang berkaitan dengan tema AI.
Analisis Newsmaker: tekanan terhadap Nikkei menunjukkan bahwa kekhawatiran investor terhadap valuasi dan keberlanjutan investasi AI masih kuat. Jika aksi jual saham teknologi AS berlanjut, pasar Jepang berpotensi kembali tertekan. Namun, arah berikutnya juga akan sangat bergantung pada seberapa besar kebijakan regulasi AI AS berubah setelah hasil midterm semakin jelas. (srh)
Sumber: Newsmaker.id