
Trending
.jpeg)
usdchf
Sumber: Newsmaker.id
Franc Swiss menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Asia, Kamis (5/11/2026), setelah pasangan USD/CHF melemah selama dua hari berturut-turut dan bergerak di sekitar level 0,8140. Penguatan mata uang Swiss tersebut didorong oleh pelemahan dolar AS setelah kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela Amerika Serikat. Selain itu, meningkatnya tekanan inflasi di Swiss turut memperkuat ekspektasi bahwa Bank Sentral Swiss (SNB) berpotensi mempertimbangkan kebijakan suku bunga yang lebih ketat.
Pelemahan dolar AS terjadi setelah Partai Demokrat berhasil menguasai kedua kamar Kongres, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap kemungkinan terhambatnya sejumlah agenda ekonomi pemerintahan Presiden Donald Trump. Perubahan komposisi Kongres berpotensi membatasi kebijakan fiskal, termasuk rencana peningkatan belanja pemerintah. Di sisi lain, meningkatnya harapan penyelesaian konflik Timur Tengah mendorong penurunan tajam harga minyak dunia. Kondisi tersebut membantu meredakan kekhawatiran inflasi global dan memberikan tekanan tambahan terhadap dolar AS.
Meski demikian, pelemahan dolar masih dibatasi oleh data ekonomi AS yang menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja. Laporan ADP mencatat penambahan 86.000 pekerjaan sektor swasta pada Oktober, melampaui perkiraan sebesar 69.000. Sementara itu, indeks ISM Services PMI sedikit melemah menjadi 54,5 dari sebelumnya 54,9, tetapi masih berada di atas level 50 yang menandakan ekspansi. Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) masih memiliki alasan untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat. Berdasarkan CME FedWatch Tool yang dikutip dalam laporan, peluang kenaikan suku bunga pada Desember diperkirakan mencapai hampir 82%.
Dari Swiss, data inflasi Oktober menunjukkan kenaikan yang lebih tinggi dari perkiraan menjadi 1,5% secara tahunan. Peningkatan tersebut menimbulkan keraguan terhadap kemampuan SNB mempertahankan kebijakan moneter tanpa kenaikan suku bunga hingga 2027. Tekanan inflasi yang meningkat dapat mendorong bank sentral mempertimbangkan langkah pengetatan untuk menjaga stabilitas harga. Ekspektasi tersebut memberikan dukungan terhadap franc Swiss karena potensi suku bunga yang lebih tinggi dapat meningkatkan daya tarik aset keuangan berbasis CHF. Investor juga menantikan laporan klaim pengangguran mingguan AS pada Kamis serta Non-Farm Payrolls (NFP) pada Jumat untuk menilai arah kebijakan moneter berikutnya.