
Trending

hang-seng
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Hang Seng Hong Kong melonjak tajam pada perdagangan Kamis (5/11/2026), menguat 2,9% atau sekitar 702 poin ke level 24.618. Kenaikan tersebut memperpanjang penguatan selama dua sesi berturut-turut sekaligus membawa indeks mencapai posisi tertinggi dalam lima pekan terakhir. Sentimen positif didorong oleh meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko setelah kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela Amerika Serikat (AS) memperkuat harapan penyelesaian konflik Timur Tengah.
Optimisme pasar meningkat seiring ekspektasi bahwa perubahan komposisi Kongres AS dapat mendorong upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik dengan Iran. Harapan tersebut menyebabkan harga minyak Brent anjlok lebih dari 8% hingga berada di bawah US$95 per barel. Penurunan harga energi berpotensi meredakan tekanan inflasi global dan mengurangi kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga. Selain itu, melemahnya dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS turut meningkatkan daya tarik pasar saham, termasuk di kawasan Asia.
Penguatan Hang Seng juga mendapat dukungan dari pemulihan pasar saham Wall Street. Indeks S&P 500 melonjak 1,6% pada perdagangan Rabu, mencatat kenaikan harian terbesar dalam tiga bulan terakhir, sementara Nasdaq 100 menguat 0,9%. Kinerja positif tersebut meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek pasar keuangan global setelah sebelumnya mengalami tekanan akibat ketidakpastian politik dan kekhawatiran terhadap investasi kecerdasan buatan (AI). Pemulihan saham AS turut mendorong aksi beli pada sejumlah saham unggulan Hong Kong.
Dari sisi domestik, langkah pemerintah Beijing dalam menjaga stabilitas pasar modal memberikan dukungan tambahan terhadap penguatan indeks. Dana investasi yang didukung pemerintah dilaporkan menyalurkan sekitar US$11,5 miliar ke sembilan produk Exchange-Traded Fund (ETF), sementara pengajuan pinjaman pembelian kembali saham yang didukung People's Bank of China (PBoC) telah melampaui 200 miliar yuan. Dukungan likuiditas tersebut membantu meningkatkan kepercayaan investor. Sejumlah saham unggulan mencatat kenaikan signifikan, termasuk Tencent sebesar 4,9%, Xiaomi 4,0%, Meituan 5,6%, Alibaba 2,6%, dan AIA 2,4%.