
Trending

eurusd
Sumber: Newsmaker.id
Euro menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Asia, Kamis (5/11/2026), dengan pasangan EUR/USD bergerak di sekitar level 1,1245 atau mendekati posisi tertinggi dalam hampir satu bulan. Penguatan ini didorong oleh pelemahan dolar AS setelah Partai Demokrat memenangkan kendali atas kedua kamar Kongres dalam pemilu sela. Selain itu, meningkatnya inflasi kawasan Euro menjadi 4% turut memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB), sehingga memberikan dukungan tambahan bagi mata uang tunggal tersebut.
Kemenangan Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat AS meningkatkan ketidakpastian terhadap kelanjutan kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Donald Trump. Perubahan komposisi Kongres berpotensi membatasi sejumlah agenda fiskal, termasuk pemotongan pajak dan peningkatan belanja pemerintah. Analis Commonwealth Bank of Australia, Carol Kong, menilai bahwa penguasaan Kongres oleh Demokrat dapat memberikan tekanan lanjutan terhadap dolar AS karena berpotensi menghambat ekspansi belanja pemerintah selama sisa masa jabatan Trump. Kondisi tersebut membuat investor menyesuaikan ekspektasi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kebijakan fiskal Amerika Serikat.
Dari kawasan Eropa, data inflasi terbaru menunjukkan tekanan harga kembali meningkat secara signifikan. Indeks Harga Konsumen Terharmonisasi atau Harmonized Index of Consumer Prices (HICP) Zona Euro naik menjadi 4,0% secara tahunan pada Oktober, dibandingkan 3,8% pada September. Angka tersebut sesuai dengan perkiraan pasar sekaligus menjadi level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Kenaikan inflasi ini merupakan yang pertama mencapai ambang 4% sejak September 2023, ketika inflasi tercatat sebesar 4,3%. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa tekanan harga masih sulit dikendalikan, sehingga memperbesar kebutuhan pengetatan kebijakan moneter.
Bank Sentral Eropa sebelumnya mempertahankan suku bunga acuannya pada level 2,5% dalam pertemuan Oktober, setelah menaikkannya sebesar 25 basis poin pada September. Dengan inflasi yang kembali meningkat, pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Desember mencapai sekitar 72%, sedikit lebih tinggi dibandingkan 71,8% sebelum publikasi data inflasi. Ekspektasi tersebut dapat meningkatkan daya tarik euro karena suku bunga yang lebih tinggi berpotensi memberikan imbal hasil lebih besar bagi aset keuangan berbasis mata uang Eropa. Investor juga menantikan laporan pesanan pabrik Jerman periode September untuk menilai kondisi aktivitas industri di negara dengan perekonomian terbesar di kawasan Euro.