
Trending

gbpusd
Sumber: Newsmaker.id
Poundsterling (GBP) cenderung tertekan pada Kamis (5/11) setelah kesulitan mempertahankan penguatan di atas level US$1,3500 terhadap dolar AS. Perhatian pasar kini tertuju pada keputusan kebijakan moneter Bank of England (BoE) yang akan menjadi katalis utama bagi arah GBP/USD.
Deutsche Bank memperkirakan BoE akan menaikkan suku bunga dengan hasil pemungutan suara 6-3, sementara Brown Brothers Harriman memperkirakan perpecahan suara 7-2. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pasar juga mencermati seberapa kuat dukungan internal BoE terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat.
Selain keputusan suku bunga, proyeksi ekonomi terbaru BoE menjadi perhatian. Deutsche Bank memperkirakan bank sentral akan menaikkan proyeksi puncak inflasi menjadi sekitar 4,25% pada kuartal I 2027, sekaligus meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Inggris 2026 menjadi 1,4%.
Dari AS, dolar mulai memulihkan sebagian pelemahannya. DXY berada di sekitar 101,44, setelah sebelumnya menyentuh level terendah bulanan 101,10. Namun, dolar masih menghadapi tekanan akibat ketidakpastian politik setelah kemenangan Demokrat dalam pemilu paruh waktu AS.
Analisis Newsmaker: arah GBP/USD akan sangat bergantung pada kombinasi keputusan BoE, proyeksi inflasi, dan respons dolar AS. Kenaikan suku bunga yang disertai sinyal hawkish berpotensi menopang pound, sementara kekhawatiran government shutdown dan kebuntuan fiskal AS dapat menjaga tekanan terhadap dolar. (arl)
Sumber : Newsmaker.id