
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas melanjutkan reli pasca pemilu paruh waktu AS dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua pekan. Spot gold naik 1,7% ke US$4.130,27 per ounce pada Kamis (5/11), setelah sempat menyentuh US$4.146,63, level tertinggi sejak 20 Oktober.
Kenaikan tersebut memperpanjang lonjakan hampir 3,4% pada Rabu, sekaligus membawa penguatan emas lebih dari US$250 sepanjang pekan dari level terendah satu tahun di US$3.869,85 yang tercatat pada Jumat sebelumnya. Kontrak emas berjangka AS juga naik 1,6% ke US$4.139,60 per ounce.
Salah satu katalis utama datang dari pelemahan dolar AS dan yield Treasury yang berada di level terendah dalam beberapa pekan. Dolar yang melemah membuat emas lebih terjangkau bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sementara penurunan yield meningkatkan daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Harga minyak yang turun tajam juga memberikan dukungan tambahan. Brent berada di bawah US$100 per barel setelah anjlok hampir 9% pada Rabu. Penurunan harga energi membantu meredakan kekhawatiran inflasi dan mengurangi ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan tinggi dalam waktu lebih lama.
Kondisi tersebut mendorong investor kembali masuk ke pasar emas setelah sebelumnya terjadi tekanan jual besar. Pelemahan harga sebelumnya membuat sejumlah posisi spekulatif mengambil posisi turun, sehingga penguatan terbaru turut memicu aksi short covering yang mempercepat kenaikan harga.
Pasar kini juga mulai memperhitungkan perubahan kondisi ekonomi setelah pemilu paruh waktu AS. Kombinasi harga energi yang lebih rendah, inflasi yang berpotensi mereda, serta penurunan yield dan dolar menjadi lingkungan yang lebih mendukung bagi logam mulia.
Analisis Newsmaker: momentum emas saat ini ditopang oleh tiga faktor utama, yakni dolar melemah, yield Treasury turun, dan harga minyak merosot. Namun, reli masih menghadapi ujian penting dari data tenaga kerja AS. NFP Jumat akan menjadi perhatian utama pasar karena hasilnya dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan The Fed dan menentukan apakah penguatan emas mampu berlanjut atau mengalami koreksi. (arl)
Sumber : Newsmaker.id