
Trending
.jpeg)
Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas melonjak menembus kembali level US$4.000 per ounce pada perdagangan Rabu (4/11) setelah dolar AS dan yield Treasury melemah menyusul kemenangan Demokrat dalam pemilu paruh waktu AS. Spot gold naik 2,9% ke US$4.042,16 per ounce, sementara perak melesat 4,4% ke US$52 per ounce.
Demokrat berhasil menguasai House dan Senate, hasil yang dipandang pasar berpotensi membatasi agenda fiskal Presiden Donald Trump. Ekspektasi terhadap belanja dan pinjaman pemerintah yang lebih terbatas mendorong yield Treasury turun di berbagai tenor, sementara indeks dolar Bloomberg melemah sekitar 0,5%.
Penurunan yield menjadi katalis positif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Pelemahan dolar juga membuat emas lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga meningkatkan daya tarik bullion setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam satu tahun.
Namun, penguatan emas terjadi setelah tekanan besar sepanjang Oktober. Harga emas sempat anjlok hampir 7% pada Oktober dan turun di bawah US$4.000 ketika aksi jual saham teknologi memicu investor melikuidasi kepemilikan emas untuk menutup kerugian di aset lain. Sejak konflik AS-Iran pecah pada akhir Februari, harga emas masih turun sekitar seperempat.
Di sisi lain, perkembangan konflik AS-Iran tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Harga minyak kembali berfluktuasi setelah Washington dan Tehran dilaporkan meninjau proposal baru dari mediator untuk menyelesaikan perbedaan dan mencegah konflik kembali meningkat.
Analisis Newsmaker: rebound emas kali ini mendapat dukungan kuat dari dolar yang melemah dan yield Treasury yang turun setelah hasil midterm AS. Namun, keberlanjutan kenaikan masih bergantung pada arah suku bunga The Fed, data ekonomi AS, serta perkembangan AS-Iran. Setelah berhasil kembali di atas US$4.000, level tersebut kini menjadi area penting untuk melihat apakah rebound emas berubah menjadi pemulihan yang lebih kuat. (arl)
Sumber: Newsmaker.id