
Trending

Emas
Sumber: Newasmaker.id
Harga emas kembali menunjukkan momentum penguatan pada perdagangan sesi Amerika, Selasa (3/11/2026), setelah sebelumnya mengalami tekanan jual yang cukup dalam. Kenaikan tersebut mencerminkan upaya pemulihan harga di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan politik global. Aksi pembelian pada harga rendah juga berpotensi memperkuat momentum kenaikan logam mulia.
Salah satu faktor yang menjadi perhatian pasar adalah berlangsungnya pemilu paruh waktu Amerika Serikat yang dapat mengubah keseimbangan kekuatan politik di Washington. Ketidakpastian mengenai hasil pemilu dan arah kebijakan pemerintahan berpotensi mendorong sebagian investor meningkatkan kepemilikan aset aman. Kondisi tersebut memberikan dukungan terhadap emas di tengah pasar keuangan yang masih bergejolak.
Selain faktor politik domestik AS, ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran turut menjadi perhatian investor. Serangan terhadap wilayah strategis Iran kembali memunculkan kekhawatiran mengenai kelanjutan konflik Timur Tengah. Meski peluang perundingan damai masih terbuka, ketidakpastian geopolitik berpotensi menjaga permintaan emas sebagai instrumen lindung nilai.
Namun, keberlanjutan penguatan emas masih akan bergantung pada arah dolar AS, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, serta ekspektasi kebijakan Federal Reserve. Kekhawatiran terhadap inflasi yang tetap tinggi dapat membatasi kenaikan emas apabila pasar semakin memperkirakan kenaikan suku bunga. Karena itu, penguatan saat ini masih membutuhkan dukungan fundamental tambahan untuk berkembang menjadi tren kenaikan yang lebih berkelanjutan.(CP)