
Trending
.jpeg)
Kripto
Sumber: Newsmaker.id
Bitcoin kembali melemah pada perdagangan Selasa (3/11) dan turun sekitar 2% ke US$76.565,90, menjadi level terendah dalam lebih dari satu bulan atau sejak awal September. Pelemahan ini memperpanjang tekanan terhadap aset kripto setelah Bitcoin mencatat penurunan lebih dari 6% sepanjang Oktober.
Tekanan terhadap Bitcoin muncul menjelang pemilu paruh waktu AS, ketika investor mulai berhati-hati menunggu arah kebijakan regulasi kripto. Hasil pemilu dinilai dapat memengaruhi agenda regulasi aset digital hingga akhir masa pemerintahan Donald Trump, sehingga ketidakpastian membuat pelaku pasar mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.
Sentimen negatif juga masih berasal dari insiden keamanan Binance yang menyebabkan kerugian sekitar US$6,3 miliar. Binance mulai membuka kembali layanan penarikan secara bertahap dan menyatakan akan menanggung seluruh kerugian nasabah. Meski demikian, insiden tersebut tetap memberikan tekanan terhadap kepercayaan investor terhadap pasar kripto.
Arus dana institusional turut menjadi perhatian setelah terjadi outflow dari spot Bitcoin ETF pada Senin. Kondisi ini menunjukkan sebagian investor institusional mulai mengambil sikap lebih defensif di tengah meningkatnya volatilitas dan ketidakpastian pasar.
Tekanan Bitcoin juga merambat ke aset kripto lainnya. Ethereum turun 1,4% ke US$2.253, sementara Solana melemah 2,7%, Cardano turun 1,5%, dan BNB terkoreksi 1,7%. XRP relatif stabil, sedangkan Dogecoin turun sekitar 2% dan token TRUMP merosot 5,5%.
Dari sisi sentimen pasar, tekanan terhadap kripto semakin besar akibat aksi jual saham teknologi global. Kekhawatiran investor terhadap besarnya belanja AI dan prospek imbal hasilnya mendorong pelemahan aset berisiko secara lebih luas. Kondisi tersebut membuat Bitcoin belum mampu mendapatkan momentum pemulihan yang kuat.
Analisis Newsmaker: Bitcoin saat ini menghadapi kombinasi tekanan dari ketidakpastian regulasi AS, outflow ETF, sentimen pasca-insiden Binance, dan melemahnya appetite terhadap aset berisiko. Area US$76.000 menjadi perhatian penting karena penurunan berkelanjutan di bawah area tersebut dapat memperkuat tekanan jual. Sebaliknya, jika Bitcoin mampu bertahan dan kembali merebut momentum di atas US$78.000, peluang rebound dapat mulai terbuka. Perhatian berikutnya tertuju pada hasil pemilu AS dan arah regulasi kripto setelahnya. (arl)
Sumber: Newsmaker.id