
Trending
.jpeg)
Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Nasdaq Composite naik 0,4% pada perdagangan Selasa (3/11) setelah investor kembali memburu saham teknologi yang sebelumnya tertekan. Nasdaq-100 juga menguat 0,5%, meski masih berada di wilayah koreksi dengan posisi lebih dari 16% di bawah level tertingginya.
Sementara itu, S&P 500 naik 0,1%, sedangkan Dow Jones melemah sekitar 188 poin atau 0,4%. Tekanan terhadap Dow terutama berasal dari saham Apple yang turun 3% setelah perusahaan memberikan proyeksi margin yang mengecewakan dan penjualan iPad kuartal fiskal keempat berada di bawah ekspektasi.
Berbeda dengan Apple, saham perusahaan semikonduktor menjadi penopang pasar. Micron Technology melonjak hampir 4%, sementara AMD dan Intel masing-masing naik lebih dari 3%. Broadcom dan Nvidia juga menguat sekitar 2%, membantu Nasdaq dan S&P 500 pulih dari tekanan sebelumnya.
Di pasar energi, harga minyak kembali melemah di tengah spekulasi adanya kemajuan dalam negosiasi AS-Iran. Brent turun hampir 3% ke sekitar US$101 per barel, sementara WTI terkoreksi hampir 2% ke sekitar US$94 per barel. Penurunan minyak turut menjadi perhatian investor karena berkaitan dengan prospek inflasi.
Fokus utama pasar kini beralih ke pemilu paruh waktu AS. Hasil pemilu berpotensi memengaruhi arah kebijakan Washington dan sektor-sektor tertentu, terutama teknologi, AI, kesehatan, serta pertahanan. Ketidakpastian menjelang pemungutan suara membuat investor cenderung lebih berhati-hati.
Di kawasan Asia, mayoritas pasar saham bergerak melemah. Kospi Korea Selatan dan Taiwan Weighted Index sama-sama turun 3,59%, sementara CSI 300 China melemah 0,2%. Sebaliknya, ASX 200 Australia naik 0,34% dan Hang Seng Hong Kong menguat sekitar 0,37% pada perdagangan terakhirnya.
Analisis Newsmaker: pasar saham AS saat ini bergerak di antara rebound saham teknologi dan ketidakpastian pemilu. Jika hasil pemilu mengurangi ketidakpastian politik, sentimen risk-on berpotensi kembali menguat. Namun, tekanan pada saham AI masih menjadi perhatian setelah aksi jual sebelumnya. Pergerakan yield, dolar, dan harga minyak juga akan menjadi katalis penting setelah hasil pemilu mulai diketahui. (arl)
Sumber: Newsmaker.id