
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Amerika Serikat (AS) memangkas sebagian besar penguatannya pada perdagangan Senin (2/11/2026), seiring tekanan pada saham teknologi dan energi yang membebani sentimen pasar. Indeks S&P 500 bergerak mendatar, Nasdaq Composite melemah 0,4%, sementara Dow Jones Industrial Average masih menguat sekitar 350 poin. Investor cenderung berhati-hati menjelang pemilu paruh waktu AS dan rilis sejumlah data ketenagakerjaan penting pekan ini.
Tekanan pasar semakin terasa setelah harga minyak dunia merosot akibat meningkatnya harapan terhadap pembukaan kembali perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Pelemahan energi turut menyeret saham ExxonMobil yang turun 3,7%. Sementara itu, saham Apple terkoreksi 2,4% menjelang publikasi laporan keuangan, disusul Microsoft yang melemah 1,3%, Micron Technology anjlok 5,3%, dan AMD merosot 6%.
Aksi jual juga menghantam saham Oracle yang terjun hampir 8% setelah perusahaan mengumumkan rencana penerbitan saham senilai US$10 miliar serta penggalangan dana melalui utang dengan nilai serupa. Langkah tersebut meningkatkan perhatian investor terhadap kebutuhan pembiayaan perusahaan teknologi di tengah besarnya investasi infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Kondisi ini kembali memunculkan kekhawatiran mengenai beban pendanaan dan prospek keuntungan sektor teknologi.
Di sisi lain, saham barang konsumsi nonprimer dan material mencatatkan kinerja lebih baik. Amazon menguat 3,5%, Tesla naik 1,3%, sementara Walmart bertambah 3,1%. Pergerakan Wall Street yang beragam menunjukkan bahwa investor masih selektif dalam menempatkan dana. Pasar kini menantikan hasil pemilu AS dan data tenaga kerja sebagai petunjuk arah ekonomi serta kebijakan suku bunga Federal Reserve, yang berpotensi menentukan pergerakan bursa dalam beberapa sesi mendatang.
Sumber: Newsmaker.id