
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Senin (2/11/2026), seiring anjloknya harga minyak dunia dan meningkatnya kehati-hatian investor menjelang pemilu paruh waktu AS. Indeks Dolar AS (DXY) turun 0,14% menjadi 101,73, sementara harga minyak merosot sekitar 7% setelah pembicaraan antara Iran dan Qatar membuka harapan penyelesaian konflik Timur Tengah. Penurunan harga energi membantu meredakan kekhawatiran inflasi dan memperbaiki sentimen pasar saham, setelah Nasdaq mencatat penurunan bulanan terdalam sejak Maret 2025 akibat kekhawatiran terhadap besarnya investasi kecerdasan buatan (AI).
Di pasar valuta asing, euro menguat 0,33% menjadi US$1,1195 meskipun lembaga pemeringkat Fitch sebelumnya menurunkan prospek kredit Prancis dari stabil menjadi negatif. Pound Sterling juga meningkat 0,16% ke US$1,3413, didukung data manufaktur Inggris yang menunjukkan pertumbuhan produksi tercepat dalam lebih dari dua tahun. Namun, kenaikan biaya produksi masih menjadi perhatian Bank of England (BoE), yang menghadapi ekspektasi pengetatan suku bunga untuk mengendalikan inflasi.
Sementara itu, pasar cryptocurrency mulai menunjukkan stabilisasi setelah mengalami tekanan akibat laporan pencurian aset kripto senilai US$6,3 miliar di Binance. Bitcoin melemah 1,16% menjadi US$76.840,70, sedangkan Ethereum turun 0,31% ke US$2.251,69. Binance dilaporkan menghadapi penarikan dana nasabah hampir US$5 miliar sejak kembali membuka layanan setelah insiden tersebut. Kondisi ini meningkatkan perhatian investor terhadap keamanan aset digital dan risiko likuiditas di industri kripto.
Perhatian pasar kini tertuju pada pemilu paruh waktu AS yang berlangsung Selasa (3/11/2026), ketika pemilih menentukan komposisi Kongres di tengah meningkatnya perhatian terhadap kondisi ekonomi dan tingginya biaya hidup. Hasil pemilu berpotensi memengaruhi arah kebijakan fiskal pemerintahan Presiden Donald Trump serta sentimen pasar global. Selain itu, investor menantikan sejumlah data ketenagakerjaan Amerika Serikat dan keputusan suku bunga beberapa bank sentral untuk menilai prospek ekonomi serta arah pergerakan dolar dalam perdagangan berikutnya.
Sumber: Newsmaker.id