Wall Street Melemah, Saham Chip Tertekan
Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Kamis (16/7), karena tekanan di sektor semikonduktor dan risiko geopolitik menutupi sentimen positif dari laporan keuangan emiten. S&P 500 turun 0,5%, Nasdaq 100 melemah 1,5%, sementara Dow Jones terkoreksi 0,2%.
Investor mulai mempertanyakan apakah valuasi saham chip berbasis AI masih sejalan dengan ekspektasi pertumbuhan yang sangat tinggi. Kekhawatiran ini membuat saham semikonduktor kembali tertekan cukup dalam.
Micron Technology dan AMD masing-masing anjlok lebih dari 5%. SanDisk merosot lebih dari 12%, Broadcom turun sekitar 5%, sementara saham SK Hynix yang tercatat di AS jatuh lebih dari 13%.
Tekanan juga menyebar ke saham teknologi besar. Alphabet turun lebih dari 4% setelah muncul laporan bahwa perusahaan menunda peluncuran model AI tercanggihnya, Gemini 3.5 Pro. Meta Platforms, Nvidia, dan Amazon juga ikut melemah.
Di sisi lain, UnitedHealth menjadi salah satu penahan tekanan setelah membukukan laba di atas ekspektasi dan memberikan proyeksi laba 2026 yang lebih kuat dari perkiraan. Netflix juga melaporkan pendapatan kuartalan US$12,56 miliar, naik 13% secara tahunan, meski masih sedikit di bawah estimasi pasar.
Dampaknya ke market, pelemahan Wall Street menunjukkan investor mulai lebih selektif terhadap saham teknologi dan AI. Jika tekanan di sektor chip berlanjut, Nasdaq masih berisiko melemah. Namun, laporan keuangan yang solid dari sektor kesehatan dan konsumsi digital bisa membantu menahan koreksi pasar agar tidak terlalu dalam.(yds)
Sumber: Newsmaker.id