Bursa Eropa Melemah, Minyak Jadi Penopang
Bursa saham Eropa dibuka melemah pada perdagangan Senin (13/07), seiring investor mengambil sikap hati-hati di awal pekan. Indeks STOXX 50 dan STOXX 600 masing-masing turun 0,2% setelah harga minyak kembali naik akibat meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran.
Sentimen pasar tertekan setelah Iran mengklaim telah menutup Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan energi global. Namun, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa jalur tersebut tetap terbuka untuk lalu lintas komersial. Perbedaan klaim ini membuat pasar semakin waspada terhadap risiko gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.
Sektor teknologi menjadi salah satu pemberat utama bursa Eropa. Tekanan muncul setelah saham SK Hynix di Korea Selatan anjlok 15%, penurunan harian terbesar sepanjang sejarah perusahaan, karena investor mengambil keuntungan setelah lonjakan sebelumnya. Pasar juga mulai menilai ulang prospek permintaan berbasis kecerdasan buatan atau AI.
Di Eropa, saham teknologi besar ikut melemah. ASML Holding turun 2%, sementara Infineon Technologies merosot 3% dan menjadi salah satu saham dengan kinerja terlemah pada sesi tersebut. Pelemahan ini menunjukkan investor mulai lebih selektif terhadap saham teknologi setelah reli kuat sebelumnya.
Sebaliknya, sektor energi justru mencatat penguatan karena harga minyak naik. BP menguat 2,6%, Eni naik 2,5%, TotalEnergies bertambah 1,9%, dan Repsol naik 1,7%. Dengan kondisi ini, bursa Eropa masih berpotensi bergerak hati-hati karena pasar menunggu perkembangan konflik AS-Iran dan dimulainya musim laporan keuangan perusahaan. (asd)
Sumber: Newsmaker.id