Wall Street Bergerak Terbatas, Saham Chip Jadi Penopang Nasdaq
Bursa saham Amerika Serikat bergerak terbatas pada perdagangan Kamis (9/7), seiring penguatan saham produsen chip yang berhadapan dengan ketidakpastian prospek makroekonomi. Indeks S&P 500 naik tipis, Nasdaq 100 menguat lebih dari 0,5%, sementara Dow Jones kembali melemah secara marginal setelah mencatat penurunan pada perdagangan sebelumnya.
Penguatan terutama datang dari sektor chip memori, setelah pelaku pasar kembali mempertimbangkan prospek spekulatif terhadap kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Sentimen tersebut ikut diperkuat oleh rencana pencatatan ADR SK Hynix pada Jumat, produsen memori terbesar dunia, yang dilaporkan mengalami kelebihan permintaan hingga tujuh kali lipat.
Saham Micron dan Sandisk turut menguat sekitar 3%, mengikuti optimisme pasar terhadap permintaan chip yang berkaitan dengan pengembangan AI. Kenaikan ini membuat sektor teknologi, khususnya semikonduktor, kembali menjadi penopang utama pergerakan indeks saham AS.
Namun, sektor-sektor tradisional masih berada di bawah tekanan setelah sebelumnya sempat mengungguli sektor teknologi sepanjang Juli. Di sisi lain, imbal hasil Treasury AS bergerak lebih tinggi setelah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat memperlambat lalu lintas tanker di Teluk Persia, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap risiko inflasi energi.
Sementara itu, saham Meta turun sekitar 4% di tengah laporan bahwa perusahaan tersebut menargetkan produksi chip AI miliknya sendiri pada September. Bagi market, kondisi ini menunjukkan bahwa minat terhadap saham teknologi masih kuat, tetapi risiko geopolitik, inflasi energi, dan kenaikan yield obligasi tetap menjadi faktor penahan bagi penguatan Wall Street secara lebih luas.(yds)
Sumber: Newsmaker.id