USD/JPY Tertahan di 162,45, Risiko Intervensi Jepang Jadi Sorotan
Yen Jepang menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Kamis (09/07), didukung oleh pelemahan ringan greenback. Pasangan USD/JPY diperdagangkan di sekitar level 162,45, masih berada dekat level tertinggi dalam 40 tahun.
Pelemahan yen yang masih berlanjut membuat pelaku pasar tetap waspada terhadap kemungkinan intervensi dari otoritas Jepang. Namun, upaya intervensi sebelumnya dinilai hanya berdampak sementara karena tekanan struktural masih kuat, termasuk suku bunga Jepang yang rendah dan prospek fiskal yang melemah.
Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, mengatakan pemerintah ingin menjaga kepercayaan pasar dengan menurunkan rasio utang terhadap produk domestik bruto secara stabil. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah memantau pergerakan pasar dengan tingkat kewaspadaan yang sangat tinggi.
Tekanan tambahan bagi yen datang dari kembali meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Konflik tersebut mendorong harga minyak naik karena risiko keamanan di Selat Hormuz kembali membayangi arus pasokan minyak mentah. Kenaikan harga minyak menjadi beban bagi yen karena Jepang sangat bergantung pada impor energi, terutama dari Timur Tengah.
Dari sisi dampak market, USD/JPY masih berpotensi bertahan tinggi selama selisih suku bunga Amerika Serikat dan Jepang tetap lebar. Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September yang berada di sekitar 63% juga membatasi pelemahan dolar AS. Jika harga minyak terus naik, yen bisa kembali tertekan, sementara risiko intervensi Tokyo dapat memicu pergerakan tajam dan volatil di pasar valuta. (yds)
Sumber: Newsmaker.id