Rotasi Sektor Dorong Bursa Eropa ke Rekor Baru
Bursa saham Eropa menguat pada perdagangan Kamis (2/7), dengan investor mulai mencari peluang di sektor-sektor yang sebelumnya tertinggal dari reli besar saham teknologi. Rotasi ini terjadi ketika valuasi saham berbasis artificial intelligence atau AI dinilai sudah semakin mahal setelah reli kuat dalam beberapa bulan terakhir.
Indeks Stoxx Europe 600 naik 1,4% pada sore hari di London dan menyentuh rekor baru. Sektor kesehatan, personal care, serta makanan dan minuman menjadi penopang utama penguatan indeks. Sementara itu, sektor teknologi justru memimpin pelemahan karena mengikuti tekanan pada saham teknologi Amerika Serikat.
Investor terlihat mulai melirik sektor-sektor defensif dan siklikal yang belum banyak mendapat perhatian pasar. Perubahan ini menunjukkan bahwa reli saham Eropa mulai melebar, tidak lagi hanya bergantung pada perusahaan teknologi dan AI. Kondisi tersebut juga didukung oleh ekspektasi bahwa data ekonomi yang lebih lemah dapat mengurangi tekanan kenaikan suku bunga.
Penguatan indeks bertambah setelah laporan tenaga kerja Amerika Serikat keluar lebih lemah dari perkiraan. Data tersebut meredakan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan segera menaikkan suku bunga lagi, sehingga memberi sentimen positif bagi aset berisiko, termasuk saham Eropa.
Mark Haefele, Chief Investment Officer UBS Global Wealth Management, menilai reli pasar masih memiliki ruang untuk melebar. Menurutnya, investor mulai melihat peluang di luar pemimpin reli AI, terutama pada sektor yang didukung pertumbuhan struktural, dukungan kebijakan, dan prospek siklikal yang lebih baik.
Saham pertahanan Eropa juga ikut diburu investor setelah sempat tertinggal dalam beberapa bulan terakhir. Keranjang saham militer versi Goldman Sachs naik 6,4%, meskipun produsen tank KNDS menunda rencana penawaran umum perdana atau IPO. Kenaikan ini menunjukkan minat pasar terhadap sektor pertahanan masih kuat karena dukungan belanja militer Eropa.
Dari pergerakan saham individu, Sodexo naik 7,4% setelah perusahaan jasa makanan itu melaporkan kinerja kuartal III di atas ekspektasi dan menaikkan proyeksi setahun penuh. Kenaikan ini memperkuat sentimen positif terhadap sektor konsumsi dan layanan yang dianggap lebih stabil dibandingkan saham teknologi berisiko tinggi.
Di sektor teknologi, AMS-Osram menjadi pengecualian. Saham perusahaan semikonduktor asal Austria itu melonjak 13% setelah merekrut Ashkan Seyedi dari Nvidia sebagai bagian dari strategi ekspansi ke digital photonics. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat posisi perusahaan dalam rantai pasok teknologi generasi baru.
Sementara itu, indeks DAX Jerman naik 2,2% setelah pemerintah Jerman menyetujui keringanan pajak tahunan sebesar €10 miliar dan sejumlah langkah untuk memperkuat pasar tenaga kerja. Reformasi tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan daya saing ekonomi Jerman yang selama ini tertekan oleh pertumbuhan lemah dan biaya produksi tinggi.
Secara keseluruhan, penguatan bursa Eropa menunjukkan bahwa investor mulai memperluas pencarian peluang di luar saham teknologi mahal. Selama ekspektasi suku bunga mereda, laba perusahaan tetap solid, dan kebijakan pemerintah mendukung pertumbuhan, pasar Eropa masih berpeluang mempertahankan momentum positifnya. Namun, tekanan pada sektor teknologi tetap perlu dicermati karena dapat memengaruhi sentimen global secara luas.(arl)
Sumber: Newsmaker.id