• Wed, Jul 1, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

1 July 2026 08:10  |

Reli Saham Asia Berlanjut, Pasar Abaikan Risiko Geopolitik

Bursa saham Asia menguat pada Rabu (1 Juli) setelah mencatat kuartal terbaik dalam 17 tahun terakhir. Kenaikan ini didorong oleh reli saham produsen chip dan tanda-tanda ketahanan ekonomi Amerika Serikat yang memperkuat optimisme terhadap prospek laba perusahaan.

Sementara itu, saham di Jepang dan Korea Selatan bergerak naik, mendorong MSCI Asia Pacific Index menguat 0,3%. Penguatan ini mengikuti reli saham teknologi di Wall Street, setelah S&P 500 naik 0,8% dan Nasdaq 100 menguat 1,7%. Indeks saham semikonduktor juga melonjak hampir 4% dan mencatat kenaikan kuartalan tertinggi.

Hal ini membuat investor mulai mengabaikan sebagian ketegangan geopolitik yang masih membayangi pasar. Data terbaru Amerika Serikat menunjukkan ekonomi masih cukup kuat, dengan belanja konsumen yang stabil dan pasar tenaga kerja yang tetap solid. Kondisi ini meredakan kekhawatiran bahwa harga energi tinggi dan ketidakpastian perdagangan dapat menghambat pertumbuhan.

Di pasar komoditas, Brent naik 0,7% ke sekitar US$73,50 per barel pada awal perdagangan Asia, memulihkan sebagian pelemahan sebelumnya yang dipicu ekspektasi gencatan senjata AS-Iran akan bertahan. Sementara itu, emas stabil di sekitar US$4.010 per ons, sedangkan yen bergerak di kisaran 162,65 per dolar AS setelah sempat jatuh ke level terendah dalam 40 tahun.

Tekanan terhadap yen membuat pelaku pasar mencermati potensi ambang intervensi dari Kementerian Keuangan Jepang. Setelah yen menembus level 162 per dolar AS, sejumlah strategis mulai melihat area 163 dan lebih tinggi sebagai batas yang mungkin menjadi perhatian otoritas Jepang. Pasar menilai pemerintah Jepang kali ini mungkin lebih toleran terhadap pelemahan yen dibandingkan pada 2024.

Di sisi kebijakan moneter, pelaku pasar juga mencermati arah Federal Reserve setelah data tenaga kerja tetap stabil dan inflasi masih tinggi. Pejabat The Fed sebelumnya mempertahankan suku bunga tetap, tetapi peluang kenaikan suku bunga pada akhir tahun masih terbuka. Di sisi geopolitik, pembicaraan teknis AS-Iran disebut terus berjalan, meskipun gesekan di sekitar Selat Hormuz masih menjadi risiko utama bagi pasar energi global. (asd)

Sumber: Newsmaker.id 

 

Related News

MARKET UPDATE

Asia Merah 3 Hari, Minyak Naik

Bursa Asia melanjutkan pelemahan untuk hari ketiga, sementara harga minyak naik tipis karena perang di Iran dinilai berpotens...

4 March 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Naik, Wall Street Pecah Rekor!

Saham Asia menguat pada Jumat setelah indeks-indeks utama Wall Street mencetak rekor, didukung reli saham bertema kecerdasan ...

15 May 2026 08:00
MARKET UPDATE

Asia Cetak Rekor, Yield AS Naik: CPI Pasar Nunggu

Saham Asia menguat untuk hari kelima berturut-turut pada hari Rabu, dengan MSCI Asia Pacific Index naik sekitar 0,4% dan kemb...

12 February 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Merah Tipis, Yen Tetap Kuat: Tarif Korea Bikin Pasar Ki...

Bursa Asia bergerak melemah tipis setelah kekhawatiran tarif muncul lagi. Korea Selatan jadi pusat perhatian: Kospi turun sek...

27 January 2026 07:23
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai