• Wed, Jul 1, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

1 July 2026 03:43  |

$4.000 Jadi Benteng Terakhir Harga Emas

Harga emas bertahan di atas level US$4.000 per troy ounce pada perdagangan Selasa (30/6), ketika pelaku pasar menimbang arah kebijakan moneter Amerika Serikat setelah rilis sejumlah data ekonomi terbaru. Pergerakan logam mulia masih terbatas karena investor belum sepenuhnya yakin bahwa tekanan suku bunga tinggi sudah mereda.

Data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan bahwa ekonomi masih memiliki daya tahan. Lowongan kerja pada Mei mengindikasikan permintaan tenaga kerja tetap stabil, sementara sentimen konsumen juga membaik. Kondisi ini memberi ruang bagi Federal Reserve untuk tetap mempertahankan suku bunga tinggi sambil memantau arah inflasi.

Spot gold bergerak relatif stabil di sekitar US$4.013,75 per troy ounce pada sesi New York. Perak naik 1,2% ke level US$58,98 per troy ounce, sementara platinum dan palladium bergerak melemah. Indeks dolar Bloomberg juga relatif stabil, sehingga tekanan dari sisi greenback tidak terlalu besar pada sesi tersebut.

Meski bertahan di atas US$4.000, emas masih berada dalam tekanan besar. Harga logam mulia telah turun tajam sejak perang Iran dimulai pada akhir Februari. Emas juga sempat menembus sejumlah level teknikal penting, termasuk moving average 200 hari yang biasa digunakan untuk membaca momentum jangka panjang.

Penurunan harga minyak setelah sempat melonjak akibat konflik Timur Tengah memang membantu meredakan sebagian kekhawatiran inflasi energi. Namun, pasar tetap meningkatkan taruhan bahwa The Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga tahun ini jika inflasi tidak turun secara meyakinkan.

Suku bunga tinggi menjadi hambatan utama bagi emas. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung kurang menarik ketika yield obligasi dan aset berbunga lainnya naik. Karena itu, setiap sinyal hawkish dari The Fed masih berpotensi menekan harga emas.

Ole Hansen, Head of Commodity Strategy Saxo Bank, menilai masih ada kekhawatiran bahwa The Fed akan mempertahankan sikap hawkish meskipun harga energi telah turun tajam. Ia juga melihat rebound emas dari level terendah pekan lalu memberi sedikit kepercayaan bagi trader, tetapi harga masih perlu menembus US$4.100 untuk memberi sinyal bahwa dasar jangka pendek telah terbentuk.

Dari sisi geopolitik, pelaku pasar juga terus memantau perkembangan pembicaraan damai Amerika Serikat dan Iran. Jika proses negosiasi membaik dan harga minyak terus turun, tekanan inflasi dapat mereda. Namun, jika ketegangan kembali meningkat, emas bisa mendapat dukungan safe haven meskipun tekanan suku bunga masih membatasi ruang kenaikannya.

Secara keseluruhan, emas masih berada dalam fase rapuh. Area US$4.000 menjadi support psikologis penting yang perlu dipertahankan. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas US$4.100, peluang rebound jangka pendek bisa lebih terbuka. Namun, jika kembali jatuh di bawah US$4.000, tekanan jual berisiko berlanjut ke area yang lebih rendah. (arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai