Harga Emas Menunggu Jawaban Doha!
Harga emas bergerak terbatas setelah sebelumnya melemah hampir 2%. Pada perdagangan pagi di Singapura, emas spot turun tipis 0,23% ke level US$4.004,84 per troy ounce. Pergerakan ini terjadi karena pasar masih mencermati ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Washington mengatakan pembicaraan dengan Teheran akan dimulai pada Selasa di Doha, Qatar. Namun, Iran menyatakan hanya akan mengirim delegasi ahli dan tidak akan melakukan pembicaraan langsung dengan tim Amerika Serikat. Perbedaan sikap ini membuat pasar masih ragu terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai.
Ketegangan juga muncul dari rencana Iran untuk mengawasi lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz. Langkah ini ditentang oleh Amerika Serikat, Eropa, dan negara-negara Teluk Arab karena jalur tersebut sangat penting bagi pengiriman energi dunia. Kondisi ini membuat risiko pasokan minyak dan gas masih menjadi perhatian utama.
Sejak perang dimulai pada akhir Februari, harga emas sudah turun hampir 24% dan sempat jatuh di bawah US$4.000 per troy ounce pada pekan lalu. Tekanan terhadap emas datang dari kenaikan harga energi yang memicu kekhawatiran inflasi. Jika inflasi tetap tinggi, bank sentral berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Di Amerika Serikat, Mahkamah Agung memutuskan bahwa Gubernur The Fed Lisa Cook tetap dapat menjabat sementara ia menghadapi upaya pencopotan oleh Presiden Donald Trump. Keputusan ini memperkuat independensi The Fed di tengah tekanan untuk menurunkan suku bunga. Sementara itu, perak naik 0,4% ke US$58,51 per troy ounce, sedangkan platinum dan palladium juga bergerak menguat.(asd)*
Sumber: newsmaker.id