Saham Asia Menguat, Yen Jatuh ke Level 40 Tahun
Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Selasa (30/06), ditopang oleh reli saham teknologi. Kenaikan ini membuat indeks acuan kawasan berada di jalur penguatan kuartalan terbaik dalam 17 tahun, sementara yen Jepang melemah ke level terendah dalam empat dekade terhadap dolar AS.
Saham di Jepang dan Korea Selatan bergerak naik, mendorong MSCI Asia Pacific Index menguat 0,5%. Indeks kawasan tersebut sudah naik sekitar 20% menjelang akhir kuartal. Sentimen positif datang dari Wall Street, setelah saham produsen chip mendorong S&P 500 naik 1,2% dan Nasdaq 100 melonjak lebih tinggi pada perdagangan Senin.
Di sisi lain, yen Jepang melemah ke sekitar 161,93 per dolar AS setelah sempat menyentuh 161,98 di New York. Level tersebut menjadi yang terlemah sejak 1986. Pelemahan yen membuat pasar waspada terhadap kemungkinan intervensi dari otoritas Jepang, karena mata uang yang terlalu lemah dapat meningkatkan biaya impor dan menekan daya beli masyarakat.
Investor kini menanti pembicaraan damai AS-Iran di Doha pada Selasa dan data tenaga kerja Amerika Serikat untuk bulan Juni yang akan dirilis Kamis. Dua agenda ini penting karena dapat memengaruhi arah harga minyak, inflasi, dan kebijakan suku bunga Federal Reserve. Minyak mentah AS bergerak di sekitar US$70,15 per barel, sementara emas relatif stabil di sekitar US$4.015 per troy ounce.
Penguatan saham global masih banyak ditopang oleh sektor teknologi, terutama setelah tekanan jual pada saham AI mulai mereda. Namun, pasar tetap berhati-hati karena reli yang terlalu cepat dapat memicu kekhawatiran valuasi. Sementara itu, keputusan Mahkamah Agung AS yang mempertahankan sementara posisi Gubernur The Fed Lisa Cook dinilai membantu menjaga independensi bank sentral dan stabilitas prospek suku bunga jangka panjang.(asd)*
Sumber: newsmaker.id