Emas Stabil di Atas US$4.000, Pasar Pantau Pembicaraan AS-Iran
Harga emas bergerak stabil di atas level US$4.000 per troy ounce, ketika pelaku pasar mencermati perkembangan pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran serta menimbang data ekonomi terbaru AS untuk membaca arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Emas spot bergerak relatif datar di sekitar US$4.006,73 per troy ounce pada perdagangan pagi di Singapura. Dalam dua sesi terakhir, logam mulia telah melemah hampir 2% karena pasar masih dibayangi ekspektasi bahwa The Fed dapat mempertahankan sikap hawkish apabila inflasi belum turun secara meyakinkan.
Dua utusan Presiden AS Donald Trump tiba di Doha sebagai bagian dari proses negosiasi dengan Iran. Namun, mediator Qatar meredam ekspektasi terhadap terobosan besar dan menyebut pejabat AS tidak dijadwalkan bertemu langsung dengan perwakilan Iran. Kondisi ini membuat pasar tetap berhati-hati terhadap prospek perdamaian yang lebih permanen.
Ketegangan juga masih tinggi di Selat Hormuz. Iran kembali menegaskan tekadnya untuk mengendalikan pergerakan kapal di jalur strategis tersebut. Sebelum perang, sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia mengalir melalui Selat Hormuz, sehingga setiap gangguan di kawasan itu dapat memengaruhi harga energi dan prospek inflasi global.
Sejak konflik Iran dimulai pada akhir Februari, harga emas telah turun sekitar 24%. Pelemahan tersebut membuat emas menembus sejumlah level teknikal penting, termasuk moving average 200 hari yang biasa digunakan untuk membaca momentum jangka panjang.
Meski harga minyak sudah turun setelah sempat melonjak pada awal konflik, trader justru meningkatkan spekulasi bahwa The Fed masih dapat menaikkan suku bunga tahun ini untuk menekan inflasi. Suku bunga yang lebih tinggi menjadi beban bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.
Data ekonomi terbaru Amerika Serikat juga menunjukkan ekonomi masih cukup tangguh. Lowongan kerja pada Mei relatif stabil, menandakan permintaan tenaga kerja tetap kuat di tengah kenaikan payroll sebelumnya. Kondisi ini memberi ruang bagi The Fed untuk menahan suku bunga lebih lama sambil menilai arah inflasi.
Di pasar logam lainnya, perak turun 0,2% ke level US$58,46 per troy ounce. Platinum bergerak datar, sementara palladium melemah tipis. Indeks Bloomberg Dollar Spot naik 0,1%, menambah tekanan bagi emas karena dolar yang lebih kuat membuat logam mulia lebih mahal bagi pembeli luar negeri.
Ke depan, arah emas masih akan bergantung pada tiga faktor utama, yaitu perkembangan pembicaraan AS-Iran, arah harga minyak, dan ekspektasi kebijakan The Fed. Jika emas mampu bertahan di atas US$4.000 dan menembus area US$4.100, peluang pemulihan jangka pendek bisa terbuka. Namun, jika tekanan dolar dan ekspektasi kenaikan suku bunga kembali menguat, harga emas berisiko turun lebih dalam.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id