Saham Eropa Cetak Rekor, Reli AI Dorong Kenaikan Pasar
Bursa saham Eropa menguat pada perdagangan Selasa (30/6) dan ditutup di level rekor, didorong oleh kebangkitan reli saham artificial intelligence atau AI. Kenaikan ini memperkuat performa pasar Eropa yang mencatat kuartal terbaik sejak akhir 2020.
Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,9% di London dan berhasil menembus level penting 640 poin, area yang sebelumnya menjadi batas penguatan dalam beberapa sesi terakhir. Sepanjang kuartal ini, indeks tersebut menguat sekitar 10%, menandai performa tiga bulanan terbaik dalam lebih dari lima tahun.
Reli juga terlihat di sejumlah indeks utama kawasan. Spain’s Ibex 35 dan Italy’s FTSE MIB mencatat kinerja kuartalan terbaik dalam lebih dari lima tahun. Penguatan tersebut menunjukkan bahwa minat investor terhadap saham Eropa mulai kembali meningkat, terutama setelah risiko energi dan geopolitik sedikit mereda.
Sektor teknologi menjadi pemimpin penguatan pasar. Saham ASML naik 6,8% dan menjadi salah satu pendorong utama reli. Kenaikan saham teknologi mencerminkan kembalinya optimisme investor terhadap AI trade, terutama pada perusahaan yang memiliki peran penting dalam rantai pasok chip dan infrastruktur komputasi.
Dalam beberapa pekan terakhir, saham teknologi membantu mengangkat pasar Eropa secara lebih luas. Penurunan harga energi setelah kesepakatan gencatan senjata Amerika Serikat dan Iran juga meredakan kekhawatiran inflasi, sehingga mendorong rotasi dana ke sektor-sektor siklikal yang lebih sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi.
Kini, perhatian investor mulai beralih ke musim laporan keuangan kuartal II. Strategis Deutsche Bank memperkirakan laba perusahaan Eropa dapat tumbuh 14%, atau dua poin persentase di atas konsensus pasar. Ekspektasi ini memberi tambahan dorongan bagi investor untuk kembali masuk ke saham Eropa.
Dari pergerakan saham individu, Abivax melonjak 39% dan mencatat hari terbaiknya dalam setahun. Kenaikan terjadi setelah pembaruan uji klinis meredakan kekhawatiran investor bahwa kanker dapat menjadi efek samping potensial dari obat eksperimental utama perusahaan, obefazimod.
Saham Sainsbury’s juga naik 1,3% setelah melaporkan hasil kuartal pertama. Penjualan like-for-like di luar bahan bakar naik 2,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan tetap mempertahankan panduan laba operasional setahun penuh, meskipun memperingatkan bahwa dampak konflik Timur Tengah terhadap bisnis masih belum pasti.
Meski teknologi menjadi sektor unggulan, pasar tetap mencermati risiko dari ketatnya pasokan memori. Jika harga chip dan komponen teknologi terus naik, tekanan tersebut dapat berimbas pada biaya produksi dan berpotensi menjaga inflasi tetap tinggi.
Di sisi lain, Teleperformance menjadi saham dengan pelemahan terbesar dalam indeks, turun 11,5%. Penurunan terjadi setelah Concentrix, perusahaan sejenis asal Amerika Serikat, memangkas prospek kinerja tahunannya. Saham perikanan seperti Salmar ASA juga masih tertekan setelah analis memangkas proyeksi laba akibat asumsi harga salmon yang lebih rendah.
Secara keseluruhan, penguatan bursa Eropa menunjukkan bahwa pasar kembali mendapat dukungan dari kombinasi reli AI, turunnya harga energi, dan ekspektasi laba perusahaan yang lebih baik. Namun, investor tetap perlu mencermati risiko inflasi dari rantai pasok teknologi serta dampak lanjutan konflik geopolitik terhadap biaya energi dan bisnis korporasi. (arl)
Sumber: Newsmaker.id