Indeks Nasdaq 100 dan S&P 500 Perpanjang Rekor Tertinggi
Saham-saham Amerika Serikat kembali mencetak rekor baru pada Selasa (5/5), didorong oleh penurunan harga energi yang meredakan kekhawatiran inflasi lebih agresif tahun ini. Indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing naik sekitar 0,7% ke level tertinggi sepanjang masa, sementara Dow Jones Industrial Average menguat 0,5%.
Harga minyak dan produk energi melemah setelah serangan antara Iran terhadap AS dan Uni Emirat Arab tidak berkembang menjadi serangan besar terhadap infrastruktur energi Iran. Kondisi ini membantu mencegah memburuknya guncangan energi yang sebelumnya menekan negara-negara pengimpor minyak dan sempat memicu spekulasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Di sisi data ekonomi, laporan JOLTS menunjukkan pasar tenaga kerja yang masih kuat pada Maret. Hasil survei ISM juga solid dengan komponen harga yang meningkat, memperkuat argumen sebagian pejabat The Fed yang cenderung hawkish terhadap kebijakan moneter.
Dari sisi korporasi, Intel melonjak sekitar 4% setelah muncul laporan potensi produksi prosesor untuk perangkat Apple. Amazon turut menguat berkat ekspansi di sektor logistik dan distribusi. Sebaliknya, Palantir turun sekitar 3% setelah panduan kinerja yang dianggap kurang memenuhi ekspektasi pasar, sementara AMD melemah menjelang rilis laporan keuangan.(yds)
Sumber: Newsmaker.id