Yen Menguat, USD/JPY Jauh dari 160
Yen Jepang memantul dari level terendah lima pekan terhadap dolar AS pada Rabu setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi memperingatkan Tokyo siap bertindak untuk menahan pelemahan yen. Pasangan USD/JPY mundur dari level kunci 160,00 dan sempat menyentuh 159,55.
Takaichi menegaskan stabilitas valas penting bagi ekonomi Jepang dan mengatakan pemerintah siap mengambil “langkah-langkah yang tepat” di pasar valuta asing kapan saja jika diperlukan. Ia juga menyoroti meningkatnya transaksi spekulatif yang tidak didorong kebutuhan riil, serta menyatakan Jepang akan memperdalam kerja sama internasional, termasuk dengan AS, untuk mencegah pelemahan yen yang tidak diinginkan.
Pernyataan itu memperkuat sinyal dari otoritas sebelumnya. Menteri Keuangan Satsuki Katayama juga menyebut pemerintah siap merespons pergerakan yen bila diperlukan, dan pasar menunggu pidato Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda yang dinilai bisa memberi petunjuk soal arah suku bunga.
Meski yen menguat sesaat, tekanan struktural masih ada. Jepang sebagai pengimpor minyak sensitif terhadap kenaikan harga energi, sementara imbal hasil JGB yang relatif rendah dan ketidakpastian seberapa cepat BoJ akan mengetatkan kebijakan membuat yen rentan. USD/JPY juga masih dekat area yang sering dipandang pasar sebagai ambang intervensi, mengingat pergerakan tajam pada 30 April yang dikaitkan dengan dugaan aksi otoritas.(asd)
Sumber: Newsmaker.id