• Fri, Mar 20, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

20 March 2026 20:49  |

Wall Street Melemah Jelang Akhir Pekan, Reli Minyak Kembali Tekan Sentimen

Saham-saham AS melemah pada Jumat pagi ketika harga minyak kembali naik setelah sempat turun singkat, menjaga pasar dalam mode hati-hati di tengah berlanjutnya konflik Iran. Dow Jones turun 0,1%, S&P 500 melemah 0,4%, dan Nasdaq turun 0,7%, mencerminkan tekanan yang kembali muncul ketika energi menguat dan narasi inflasi tetap membayangi.

Kenaikan minyak kembali menjadi pemicu utama. Brent naik 1,7% ke US$110,50 per barel, sementara WTI naik 0,7% ke US$96,78. Sehari sebelumnya, saham sempat memangkas pelemahan setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel membantu AS “dalam intel dan cara lain” untuk membuka Selat Hormuz, dan mengklaim Iran kehilangan kemampuan memperkaya uranium serta memproduksi rudal balistik, memunculkan harapan konflik berakhir lebih cepat.

Namun WTI tetap naik lebih dari 48% sepanjang bulan ini, menandakan premi risiko energi belum hilang. Deutsche Bank menilai Jumat menandai hari perdagangan ke-15 sejak konflik dimulai—secara historis rata-rata titik ketika ekuitas AS mencapai dasar setelah guncangan geopolitik—meski bank itu menekankan dalam situasi saat ini, headline tetap lebih penting dibanding pola historis.

olatilitas pasar juga berpotensi meningkat karena agenda quadruple witching, yaitu kedaluwarsanya opsi saham, opsi indeks, futures indeks, dan futures saham individual yang terjadi setiap kuartal. Peristiwa ini kerap mendorong volume lebih tinggi dan pergerakan intraday lebih tajam saat investor melakukan rebalancing atau menutup posisi derivatif.

Meski sesi berjalan, indeks utama masih menuju pekan rugi keempat beruntun. Menjelang Jumat, S&P 500 dan Dow masing-masing turun 0,4% dan 1,2% untuk sepekan, sementara Nasdaq turun 0,1%. Dow dan Nasdaq juga mendekati zona koreksi, masing-masing sekitar 8% dari rekor penutupan, sedangkan S&P 500 bertahan sekitar 5% di bawah puncaknya.

Sejumlah pelaku pasar menilai arah jangka pendek sangat bergantung pada apakah Selat Hormuz bisa kembali dibuka. Wells Fargo Investment Institute menyebut pembukaan selat menjadi kunci pergerakan pasar dan memperkirakan prosesnya bisa terjadi dalam hitungan minggu, bukan bulan. Di sisi lain, ada pandangan bahwa pasar ekuitas masih terlalu optimistis terhadap dampak perang pada laba dan ekonomi, karena lonjakan energi berpotensi menggerus daya beli rumah tangga dan menahan pertumbuhan. (asd)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

MARKET UPDATE

Asia Merah 3 Hari, Minyak Naik

Bursa Asia melanjutkan pelemahan untuk hari ketiga, sementara harga minyak naik tipis karena perang di Iran dinilai berpotens...

4 March 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Cetak Rekor, Yield AS Naik: CPI Pasar Nunggu

Saham Asia menguat untuk hari kelima berturut-turut pada hari Rabu, dengan MSCI Asia Pacific Index naik sekitar 0,4% dan kemb...

12 February 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Merah Tipis, Yen Tetap Kuat: Tarif Korea Bikin Pasar Ki...

Bursa Asia bergerak melemah tipis setelah kekhawatiran tarif muncul lagi. Korea Selatan jadi pusat perhatian: Kospi turun sek...

27 January 2026 07:23
MARKET UPDATE

Pasar Asia Risk-Off, Minyak Melonjak Lagi di Tengah Perang I...

Bursa Asia-Pasifik melemah pada Kamis, ketika investor masih bergulat dengan volatilitas harga minyak dan meningkatnya ketega...

12 March 2026 07:32
BIAS23.com NM23 Ai