Perak Melemah Meski Geopolitik Memanas
Harga perak (XAG/USD) melanjutkan pelemahan untuk sesi kedua beruntun. Pada perdagangan sesi Eropa, Selasa (3/3), pada 08:49 GMT, XAG/USD bergerak di kisaran $86,2 per troy ounce atau turun sekitar 4%, di tengah volatilitas yang masih tinggi akibat meningkatnya ketidakpastian global.
Tekanan utama datang dari penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi AS, yang mengurangi daya tarik logam mulia berdenominasi dolar bagi pembeli non-USD. Yield Treasury AS tenor 10 tahun berada di sekitar 4,06%–4,07%, memperbesar opportunity cost memegang aset tanpa imbal hasil seperti perak, meski permintaan safe-haven sempat menguat.
Dari sisi geopolitik, pasar masih dibayangi eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu pergeseran ke mode risk-off. Reuters melaporkan pernyataan otoritas terkait bahwa kapal-kapal disebut tidak diizinkan melintas di Selat Hormuz, sementara gangguan pelayaran di kawasan itu membuat arus pengiriman energi dan logistik global kian sensitif terhadap perkembangan terbaru.
Kenaikan risiko pasokan energi berpotensi menjaga harga minyak tetap tinggi dan kembali menyalakan kekhawatiran inflasi, yang pada akhirnya ikut memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter The Fed. Dalam konfigurasi ini, perak menghadapi tarik-menarik: di satu sisi terbantu narasi safe-haven, namun di sisi lain tertahan oleh USD yang kuat dan yield yang meningkat—membuat ruang pemulihan cenderung terbatas selama ketidakpastian geopolitik dan inflasi masih mendominasi sentimen pasar. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id