Perak Naik 3 Hari, Tarif & Iran Angkat Safe Haven
Harga perak (XAG/USD) melanjutkan reli untuk hari ketiga berturut-turut pada Jumat (27/2), menguat hampir 3% dan diperdagangkan di sekitar $91,39. Lonjakan ini terjadi saat pelaku pasar beralih lebih defensif setelah data inflasi produsen AS menunjukkan tekanan harga masih “keras kepala”, sementara ketidakpastian tarif dan tensi geopolitik kembali mengangkat permintaan safe haven.
Data Producer Price Index (PPI) AS Januari keluar lebih panas dari perkiraan. PPI utama naik 0,5% (MoM), melampaui ekspektasi 0,3%, sementara secara tahunan berada di 2,9% (YoY)—lebih tinggi dari perkiraan pasar 2,6%.
Yang paling mencolok, komponen layanan mendorong lonjakan: indeks jasa naik 0,8%, dipimpin trade services yang melonjak 2,5%, dengan margin wholesaling peralatan profesional & komersial naik 14,4%—menguatkan dugaan bahwa bisnis mulai meneruskan biaya tarif ke harga.
Untuk ukuran inti, PPI core yang sering jadi rujukan pasar juga menguat 3,6% (YoY), di atas bulan sebelumnya 3,3% dan konsensus 3,0%.
Selain faktor inflasi, dua headline lain ikut jadi bahan bakar perak. Pertama, ketidakpastian tarif AS—termasuk skema tarif global 10% yang bisa dinaikkan menjadi 15% untuk sebagian negara—membuat pasar lebih protektif.
Kedua, risiko geopolitik: pembicaraan nuklir AS–Iran masih belum memberi kepastian yang benar-benar menenangkan pasar, sehingga logam mulia tetap “dipilih” sebagai hedge.
Terakhir, sentimen safe haven ikut tersulut oleh laporan bahwa Departemen Luar Negeri AS mengizinkan keberangkatan (authorized departure) bagi personel non-esensial dan keluarga dari misi AS di Israel, dengan imbauan untuk mempertimbangkan pergi selagi penerbangan komersial masih tersedia. Headline ini memicu reaksi cepat di emas–perak. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id