Tarif AS Bikin Deg-degan, Perak Makin Bersinar!
Harga perak menguat hampir 2% mendekati $90 per ons pada Jumat, dan berada di jalur mencatat kenaikan mingguan kedua berturut-turut. Penguatan ditopang oleh ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat serta risiko geopolitik yang masih tinggi, yang mendorong minat lindung nilai ke logam mulia.
Investor menimbang dinamika kebijakan di Washington setelah Mahkamah Agung AS membatalkan skema tarif “resiprokal” yang luas pada pekan lalu. Pemerintahan kemudian menerapkan tarif global baru 10%, dengan kemungkinan dinaikkan menjadi 15% untuk sejumlah negara. Prospek perubahan tarif yang cepat ini memicu kekhawatiran bahwa kesepakatan dagang yang sudah ada dapat kembali terganggu.
Namun, ruang kenaikan perak dinilai tidak sepenuhnya bebas hambatan. Pergeseran nada yang lebih hawkish di kalangan pejabat Federal Reserve berpotensi membatasi reli logam mulia, terutama ketika data ekonomi AS masih kuat dan memperkuat ekspektasi suku bunga bertahan lebih lama.
Dari sisi geopolitik, pasar juga memantau kelanjutan isu Timur Tengah. AS dan Iran sepakat melanjutkan negosiasi nuklir pekan depan setelah pembicaraan di Jenewa pada Kamis menunjukkan kemajuan. Walau diplomasi berlanjut, ketidakpastian hasil tetap menjaga permintaan aset defensif, termasuk perak.(asd)
Sumber: Newsmaker.id