Perak Naik Tipis, Geopolitik Menjaga Minat Beli
Harga perak melanjutkan penguatannya pada hari Kamis (19/2) dan bertahan di atas area $78 per ons seiring pasar menimbang ulang arah kebijakan suku bunga AS di tengah data ekonomi yang masih solid dan meningkatnya ketegangan geopolitik. Dalam pembaruan terbaru, perak berada di sekitar $78,30/oz, naik sekitar 1,4%.
Dukungan utama datang dari kombinasi “risk-off” yang meningkatkan permintaan aset aman, terutama saat risiko geopolitik kembali mencuat. Namun, ruang kenaikan perak tidak sepenuhnya bebas karena dolar AS masih kuat—faktor yang biasanya menekan logam mulia berbasis dolar.
Nada risalah rapat FOMC Januari ikut membentuk sentimen: sejumlah pejabat menilai risiko inflasi condong ke atas dan membuka kemungkinan suku bunga perlu bertahan ketat lebih lama—bahkan tetap ada ruang pengetatan tambahan bila inflasi kembali membandel. Sinyal ini membuat pasar lebih berhati-hati memasang skenario pemangkasan suku bunga yang agresif.
Dari sisi data, klaim pengangguran awal AS turun ke 206.000, menguatkan pandangan bahwa fondasi permintaan ekonomi masih cukup kuat. Kombinasi data yang “tangguh” dan sinyal The Fed yang ketat menjaga dolar tetap kokoh, sehingga perak cenderung bergerak naik dengan ritme yang lebih terukur.
Ke depan, perhatian pasar mengarah ke rilis inflasi pilihan The Fed, Core PCE, yang berpotensi menentukan apakah dolar kembali menguat atau justru melemah—dan pada akhirnya akan ikut menentukan apakah perak mampu kembali menembus dan bertahan stabil di atas $78. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id