Perak Menguat, Fokus Beralih ke Laporan Jobs AS
Harga perak menguat pada Rabu (11/2), memulihkan penurunan sesi sebelumnya seiring melemahnya dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS. Spot silver naik 3,6% ke $83,69 per ons pada 15:48 WIB (07:48 GMT), menandakan minat safe-haven kembali masuk setelah pasar mencerna data ekonomi AS yang mengecewakan.
Pemicu utamanya datang dari data penjualan ritel AS yang stagnan pada Desember, memperkuat sinyal bahwa mesin konsumsi mulai kehilangan tenaga. Kombinasi data yang melemah ini mendorong ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve punya ruang untuk lebih dovish, sehingga dolar melemah dan logam mulia mendapat dorongan.
Fokus pasar kini mengarah ke laporan tenaga kerja AS (NFP) Januari yang akan rilis di hari yang sama. Angka pekerjaan yang lebih lemah dari perkiraan cenderung memperkuat skenario pelonggaran suku bunga—kondisi yang biasanya positif untuk perak dan emas karena daya tarik aset non-yielding meningkat saat yield turun.
Di sisi lain, permintaan safe-haven ikut terbantu oleh rotasi dari aset berdenominasi dolar, di tengah meningkatnya sensitivitas pasar terhadap ketidakpastian kebijakan di Washington. Saat dolar turun dan yield melemah, “biaya peluang” memegang logam mulia mengecil, sehingga perak lebih mudah menarik aliran beli.
Meski begitu, pelaku pasar tetap waspada karena volatilitas logam mulia masih tinggi setelah pergerakan ekstrem dalam beberapa pekan terakhir—mulai dari reli spekulatif hingga koreksi tajam. Artinya, penguatan perak bisa cepat berubah jika data NFP memicu perubahan posisi besar-besaran di dolar dan yield. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id